Benturan Fisik Mungkin Terjadi

KGPH Tedjowulan:

Benturan Fisik Mungkin Terjadi

- detikNews
Jumat, 17 Sep 2004 21:23 WIB
Jakarta - Meski menjamin Kraton Surakarta tidak akan pecah, namun KGPH Tedjowulan melihat ada kemungkinan benturan fisik. Dia pun ingin bicara langsung dengan 'rivalnya' KGPH Hangabehi.Tedjowulan dan Hangabehi sama-sama mengklaim dan dilantik menjadi Pakubuwono XIII Kraton Surakarta. Tedjo lebih dulu dilantik, namun di luar kraton. Sedangkan Behi dilantik belakangan, namun di dalam kraton.Pertikaian dan perselisihan antara kedua keturunan Pakubuwono XII yang berbeda ibu itu terus berlanjut dan belum ada kata sepakat.Tedjo menggelar jumpa pers di Hotel Santika, Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (17/9/2004). Dia menyatakan keinginannya untuk bisa berbicara langsung empat dengan Behi."Sebetulnya saya bisa saja langsung ngomong sama Hangabehi. Tapi tanpa membawa personel yang sesuai keinginan saya, saya tidak bisa berbuat apa pun di dalam," ujarnya.Menurut dia, saat ini pihaknya sedang berusaha mencapai penyelesaian yang terbaik tanpa menimbulkan kerugian materi dan personel."Saya pun yakin dengan kondisi seperti sekarang, tidak tercapai. Saya ada batas waktu. Tapi belum bisa saya sebutkan sekarang. Yang pasti, kraton tidak mungkin pecah, meskipun benturan fisik mungkin terjadi, kalau saya tidak mau mengalah," tukas Tedjo.Tapi sekarang, lanjut dia, dirinya hanya ingin berbicara secara pribadi dengan Behi, karena sampai sekarang belum berhasil."Masalahnya Hangabehi itu sekarang diatur orang-orang sekelilingnya, dan arahnya sudah tidak benar. Bukan untuk kemajuan kraton, tapi untuk kepentingan pribadi. Apalagi kelompoknya terdiri dari para pengangguran semua," sindir Tedjo.Dituturkan dia, saat ini dirinya sedang mempersiapkan personel dalam rangka mengukuhkan posisi sebagai Pakubuwono XIII, dan juga untuk mempersiapkan kraton ke depan sesuai visi dan misinya."Visi dan misi saya terhadap kraton adalah ingin mengamankan kraton secara menyeluruh, melestarikan peninggalan, dan memandirikan kraton," jelas Tedjo.Selain itu, dia juga sudah mengukuhkan 3 pengageng kraton, yaitu Pengageng Parentah kraton GPH Dipokusumo, Pengagenging Putra Sentana KGPH Hadi Prabowo, dan Pengageng Kaputren GK Ratu Alit.Sebelumnya, papar dia, 3 pengageng kraton itu pernah didemisioner secara sepihak oleh Behi. Tapi sudah dikukuhkan kembali, dan kemungkinan akan ditambah menjadi 5 pengageng. Karena tugas dan tanggung jawabnya sangat berat."Langkah berikutnya, saya sedang membuat kerja sama yang baik dan sinergis dengan pemerintah daerah, provinsi, dan nasional dalam rangka pengembangan kraton untuk melestarikan budaya Jawa. Saya juga sudah membuat rencana kerja jangka pendek dan menengah hingga 2005," kata Tedjo.Dia juga mengungkapkan kalau saudara-saudara Hangabehi sudah meminta Hangabehi untuk mengurus hilangnya uang yang pernah dipercayakan oleh Pakubuwono XII kepada Gusti Ndari, adik Behi se-ibu.Uang tersebut, papar dia, sebenarnya menjadi hak putra-putri dalam. Uangnya sebesar Rp 350 juta per orang untuk 35 putra-putri dalam Pakubuwono XII.Menurut Tedjo, Behi sempat ditantang untuk menyelesaikan masalah itu, baru bisa dilantik sebagai Pakubuwono XIII. Namun hingga kini masalah itu belum selesai. Padahal itu baru satu dari enam syarat yang diajukan.Lima syarat lainnya, menurut dia, adalah menginventaris aset Pakubuwono XII, menginventaris pakaian raja, menginventaris pakaian prameswari dalam, berjanji dan bersumpah di depan saudara-saudaranya, dan sungkem pada GK Ratu Alit. "Dari enam syarat itu, baru satu yang dilakukan, yakni sungkem," demikian Tedjo. (sss/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads