"MK itu zaman Pak Jimly (ketua MK pertama) maju sekali sehingga diidentikkan dengan sosok Pak Jimly. Pas zaman saya juga maju, nah masyarakat mengidentikkan kalau MK itu adalah Pak Mahfud," ujar Mahfud MD dalam jumpa pers di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (23/11/2012).
Mahfud berharap keinginannya menjadikan MK lebih dikenal secara kelembagaan dapat diwujudkan oleh ketua MK yang baru. Dia meminta agar hal seperti itu tidak terjadi lagi di masa mendatang.
"Nah itu tidak boleh terjadi, oleh sebab itu kalau ini sudah mau mengarah ke personalisasi maka saya lebih baik segera berhenti agar kemajuan MK institusionalisasi bukan personalisasi," ucap pria kelahiran Sampang 55 tahun ini.
Mahfud bersedia berhenti karena sudah memiliki prestasi segudang selama memimpin MK. Oleh karena itu, dia ingin memberikan kesempatan pada yang lain dengan tidak mencalonkan diri sebagai ketua MK untuk kedua kali.
"Saya akan berhenti pada saatnya. Dan menurut undang-undang saya berhenti April 2013 nanti, dan itu menjadi terminal saya untuk berhenti," tegas guru besar hukum UII ini.
(rvk/nrl)











































