Pasca Insiden Rahmatullah, Warga Sedikit Takut

Pasca Insiden Rahmatullah, Warga Sedikit Takut

- detikNews
Jumat, 17 Sep 2004 18:34 WIB
Sidoarjo - Pasca tertangkapnya Rahmatullah, situasi di RT 2 RW 9, Kelurahan Wedoro, Kecamatan Waru, Sidoarjo, agak berbeda. Warga agak tertutup. Mereka mengaku sedikit takut, karena intel sering berkeliaran. Rahmatullah, merupakan salah seorang warga yang mengontrak sebuah rumah di wilayah itu. Dia ditangkap aparat kepolisian pada Rabu (15/9/2004) malam karena diduga terkait kasus terorisme. Namun, setelah diinterogasi, Rahmatullah tidak terbukti menjadi anggota komplotan Azahari. Dia pun dilepas oleh polisi pada Kamis (16/9/2004) malam. Sejumlah warga yang ditemui detikcom, Jumat (17/9/2004), mengaku agak terkejut atas peristiwa penangkapan Rahmatullah. Pasalnya, selama ini, meski sebagai warga baru, Rahmatullah adalah sosok yang sopan terhadap tetangga. Pasca penangkapan itu, kini warga merasa tidak tenang setelah kawasan itu selalu diawasi petugas kepolisian berpakaian preman. "Kita ya takut sekarang. Setelah peristiwa itu kini banyak intel yang berseliweran di sekitar rumah.Rasanya nggak nyaman," jelas Ny Lilik, tetangga sebelah Rahmatulloh. Bagi Ny Lilik, penangkapan Rahmatullah itu merupakan urusan yang bersangkutan dan dirinya tidak perlu ikut mencampuri. "Itu urusannya masing-masing, saya nggak mau ikut campur dan sudah ditangani polisi. Jadi biar sajalah," katanya dari balik pagar.Istri Ketua RT, Ny Suyadi juga mengaku kaget atas penangkapan Rahmatullah. Pasalnya selama ini keluarga Rahmatulloh dikenalnya sebagai sosok yang ramah. "Kita sebagai tetangga nggak mau menuduh orang, biarlah ituurasannya polisi. Kita sebagai tetangga ngggak ada apa-apa ya biasa. Istrinya juga ramah dan santun. Kita melihat selama ini mereka nggak ada kelainan. Dan penangkapan itu kan baru indikasi kan. Jadi nggak adapengaruh apa-apa kok," papar Ny Suyadi.Sementara detikcom yang mencoba mengorek informasi kepada Ny Sudarmadji, yang posisi rumahnya tak jauh dari rumah Rahmatulloh, menolak berkomentar karena dilarang suaminya. "Tanya ke RT saja. Itu urusanbesar. Kita nggak mau ikut ikutan," katanya. Saat memberikan keterangan itu, dia langsung disuruh masuk ke rumah oleh suaminya.Daro pengamatan detikcom, di perumahan tempat Rahmatulloh tinggal kini hampir semua rumah tertutup rapat dan suasananya sepi. Jarang terlihat warga yangdi luar rumah. Sedangkan sekitar 20 meter dari rumah Rahmatulloh terlihat sekitar empat orang selalu mengawasi setiap tamu yang berkunjung ke rumahRohmatulloh. Tak terkecuali wartawan yang datang, juga tak luput dari pandangan dari petugas berpakaian preman yang mangkal di sebuah pos keamanan kecil itu. (asy/)


Berita Terkait