Kunjungi Jambi, Menhut: Perambah Harus Keluar dari Hutan Harapan!

Kunjungi Jambi, Menhut: Perambah Harus Keluar dari Hutan Harapan!

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Kamis, 22 Nov 2012 18:35 WIB
Kunjungi Jambi, Menhut: Perambah Harus Keluar dari Hutan Harapan!
Menhut Zulkifli Hasan saat berkunjung ke hutan Jambi (f oto:chaidir at/detikcom)
Pekanbaru - Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengeluarkan pernyataan keras saat berkunjung ke hutan restorasi ekosistem Hutan Harapan, Kabupaten Batanghari, Jambi. Dia meminta jajaran pemerintahan kabupaten dan provinsi, TNI dan Polri bekerja sama mengeluarkan para perambah dari dalam kawasan hutan restorasi ekosistem Hutan Harapan.

"Perambah harus dikeluarkan dari kawasan hutan dan dipindahkan ke tempat lain," tegasnya dalam kunjungan kerja ke kawasan Hutan Harapan di Jambi, Kamis (22/11/2012).

Dikatakannya, Hutan Harapan kini sudah menjadi perhatian dunia. Karena itu, apa pun yang terjadi di dalamnya, akan langsung menjadi perhatian dunia internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perhatian dunia terhadap kawasan ini memang sangat luar biasa. Jangan sampai program pemulihan hutan dataran rendah terakhir di Sumatera ini gagal. Kalau gagal, maka kita akan malu sebagai bangsa," kata Zulkifli.

Saat berkunjung kantor Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI) yang mengelola kawasan restorasi Hutan Harapan, Menhut juga menyempatkan diri melihat dari dekat kompleks permukiman suku anak dalam (SAD) yang jaraknya berdekatan. Menhut mengatakan senang bisa melihat langsung keadaan suku anak (suku Rimba) dalam yang tinggal di dalam Hutan Harapan dan ikut menjaga hutan dari gangguan perambah yang datang dari luar.

Menhut mengatakan, Hutan Harapan sebagai proyek restorasi adalah untuk pemulihan hutan dan tidak merusak lingkungan. "Restorasi hutan ini akan berhasil kalau berhasil mengembalikan kondisi hutan seperti sedia kala," katanya.

Menhut mengakhiri kunjungannya dengan menaiki helikopter dan menyaksikan dari udara luasnya lokasi-lokasi di kawasan Hutan Harapan yang diduduki perambah yang sebagian besar datang dari Sumatera Utara dan Pulau Jawa.

(cha/trw)


Berita Terkait