"Perambah harus dikeluarkan dari kawasan hutan dan dipindahkan ke tempat lain," tegasnya dalam kunjungan kerja ke kawasan Hutan Harapan di Jambi, Kamis (22/11/2012).
Dikatakannya, Hutan Harapan kini sudah menjadi perhatian dunia. Karena itu, apa pun yang terjadi di dalamnya, akan langsung menjadi perhatian dunia internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat berkunjung kantor Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI) yang mengelola kawasan restorasi Hutan Harapan, Menhut juga menyempatkan diri melihat dari dekat kompleks permukiman suku anak dalam (SAD) yang jaraknya berdekatan. Menhut mengatakan senang bisa melihat langsung keadaan suku anak (suku Rimba) dalam yang tinggal di dalam Hutan Harapan dan ikut menjaga hutan dari gangguan perambah yang datang dari luar.
Menhut mengatakan, Hutan Harapan sebagai proyek restorasi adalah untuk pemulihan hutan dan tidak merusak lingkungan. "Restorasi hutan ini akan berhasil kalau berhasil mengembalikan kondisi hutan seperti sedia kala," katanya.
Menhut mengakhiri kunjungannya dengan menaiki helikopter dan menyaksikan dari udara luasnya lokasi-lokasi di kawasan Hutan Harapan yang diduduki perambah yang sebagian besar datang dari Sumatera Utara dan Pulau Jawa.
(cha/trw)










































