Korban Kejahatan Negara Golput

Korban Kejahatan Negara Golput

- detikNews
Jumat, 17 Sep 2004 17:44 WIB
Jakarta - Korban kejahatan negara di berbagai daerah memilih golput pada pilpres putaran kedua. Capres Mega maupun SBY dinilai tidak peduli mengusut kasus kekerasan dan kejahatan negara."Kami tidak percaya dan menolak hasil pemilu 2004. Kami akan golput pada pemilu pilpres putaran kedua dengan mencoblos gambar kedua pasangan capres. Tidak ada SBY atau Mega yang berada di belakang kami. Anak-anak kami ditembak, diculik dan dianiaya namun sampai sekarang tidak ada kepedulian pemerintah mengusut kasus tersebut," ungkap Sumarsih, ibu korban tewas Wawan dalam tragedi Semanggi I di Deklarasi Nasional Korban Kejahatan Negara di Graha Wisata Kuningan, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (17/9/2004).Harif Azhar dari Kontras mengatakan pilihan golput merupakan pembelajaran bagi pemerintah atas kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat."Para korban sepakat menjadi golput aktif. Pada prakteknya, mereka tetap mengikuti pencoblosan tetapi yang dipilih lebih dari satu," ujarnya.Deklarasi yang dihadiri 90 orang korban kejahatan negara mulai dari Aceh hingga Papua, difasilitasi 22 LSM diantaranya Kontras, Walhi, Kalyanamitra dan IKOHI."Stop Kejahatan Negara Saatnya Rakyat Melawan," teriak para korban.Dalam acara itu, korban kejahatan negara menolak kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat, menuntut kepada pemerintah dan DPR termasuk aparat militer dan polisi agar menghentikan cara-cara kekerasan dalam menghadapi rakyat. Selanjutnya, mereka menuntut semua pihak untuk memperjuangkan pengadilan bagi pelaku kejahatan negara dan pelanggaran HAM baik sipil maupun militer dan menuntut adanya bentuk jaminan hak rakyat korban yang dilanggar akibat kejahatan negara.Rencananya, korban kejahatan negara akan menggelar aksi solidaritas serempak di berbagai daerah mulai 6 bulan ke depan. (aan/)


Berita Terkait