Agar Pemilu Bersih, Aliansi 11 Parpol Jabar Desak Rombak KPU

Agar Pemilu Bersih, Aliansi 11 Parpol Jabar Desak Rombak KPU

- detikNews
Jumat, 17 Sep 2004 17:17 WIB
Bandung - Aliansi 11 parpol di Jabar menilai kinerja KPU dan Panwaslu di dalam melaksanakan Pemilu legislatif dan pilpres tahap I masih kacau. Untuk itu, sebaiknya KPU dirombak dan keanggotaannya diserahkan kembali kepada parpol.Demikian salah satu hal yang mengemuka dalam diskusi, pasca dibacakannya pernyataan sikap Aliansi 11 Parpol di Jabar yang mendesak pelaksanaan pilpres tahap II agar berlangsung bersih dan jujur. Acara itu berlangsung di Hotel Panghegar Bandung, Jumat (17/9/2004) sore.Aliansi 11 Parpol itu terdiri dari PNI Marhaenisme, PBSD, Partai Merdeka, PDK, PIB, PNBK, PPDI, PBR, PPD, PSI dan PAN. Sedangkan 3 parpol lain yaitu PPP, Partai Demokrat dan Partai Golkar kendati tidak bergabung ke dalam aliansi itu menyatakan dukungannya terhadap seruan pilpres jujur dan bersih.Menurut Ketua PBR Jabar Rizal Fadillah yang menjadi salah satu juru bicaranya, parpol-parpol yang tergabung ke dalam aliansi itu sudah mendapatkan pengalaman pahit dari pelaksanaan pemilu legislatif maupun pilpres tahap II. "Banyak kecurangan yang terjadi, dan sebetulnya juga sudah dilaporkan kepada KPUD maupun Panwaslu. Namun entah karena waktu yang mepet atau terlalu banyak pekerjaan mereka, sampai sekarang belum ada penyelesaian," tuturnya.Bahkan menurut Rizal, 21 parpol yang ada sebetulnya belum mau menandatangani hasil pemilu legislatif yang lalu. "Karena memang belum ada penyelesaian. Entah sampai sekarang, kasusnya ada di mana, katanya.Dari pengalaman yang terjadi itu, carut marut pelaksanaan pemilu menurut Rizal tidak lepas dari kualitas anggota KPU dan Panwaslu. Daripada yang sekarang, rasanya jika anggota atau perwakilan parpol yang didudukkan di KPU maka proses pengawasan justru akan lebih berjalan. "Daripada yang sekarang, anggota KPU dikatakan independen tetapi dalam prakteknya ternyata amat partisan," tegasnya.Aliansi ini menurutnya tidak terlalu peduli dengan perolehan hasil bagi parpol mereka. Yang jelas, bagaimana pembelajaran tentang demokrasi itu sendiri bisa dilaksanakan. Pemilu bersih dan jujur adalah salah satu sarananya, katanya lagi.Sementara itu, Ketua DPW PAN Jabar Cecep Rukmana menambahkan bahwa aliansi 11 parpol ini sebetulnya bersikap netral. Pernyataan sikap yang dikeluarkan, bukanlah satu bentuk dukungan kepada salah satu pasangan capres-cawapres. Dukungan kami adalah bagaimana pilpres tahap II berlangsung lancar, aman, tertib, bersih dan jujur. "Perkara siapa yang menang, mau Ibu Mega atau Pak SBY, biarkan rakyat yang menilai," tandasnya.Desakan agar pilpres berlangsung bersih dan jujur itu menurutnya memang didasarkan pada pengalaman pahit yang dialami, bahwa ternyata masih banyak kecurangan-kecurangan yang terjadi dalam tahapan pemilu sebelumnya. "Karena itu, fokus perhatian kita semua nantinya harus ditujukan untuk mengawasi jalannya pilpres itu untuk kepentingan kita semua," papar Cecep.Para pimpinan parpol itu sepakat untuk mengerahkan para kadernya hingga di lini terbawah agar bisa ikut serta mengawasi pelaksanaan pemilihan hingga di TPS-TPS. Semua hasil pemantauan itu nanti akan disusun dalam bentuk buku putih. "Setiap kecurangan yang terjadi, akan kami permasalahkan dan ikuti terus. Kalau perlu hingga ke kepolisian dan pengadilan," tambah Cecep lagi. (nrl/)


Berita Terkait