Sudah Biasa, Mobil Dinas Kepala Daerah di Riau Berharga Miliaran Rupiah

Sudah Biasa, Mobil Dinas Kepala Daerah di Riau Berharga Miliaran Rupiah

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Kamis, 22 Nov 2012 16:06 WIB
Sudah Biasa, Mobil Dinas Kepala Daerah di Riau Berharga Miliaran Rupiah
pembaca detikcom
Pekanbaru - Mobil dinas kepala daerah dan pimpinan dewan di Riau cukup mewah. Rata-rata dana mobil dinas mencapai miliaran rupiah.

Di Riau, ada 10 kabupaten dan 2 kota. Rata-rata para bupati dan walikota di Riau mendapat fasilitas mobil dinas yang lumayan mewah. Para kepala daerah umumnya menggunakan mobil dinas sekelas Toyota Landcruiser, Toyota Alphard. Paling murah para pejabat menggunakan Fortuner atau Pajero Sport.

Misalkan saja, Walikota Pekanbaru, Firdaus MT yang baru menjabat, sudah menggunakan Toyota Harrier dan Alphard. Ini belum lagi mobil jenis sedan merek Camry. Begitu juga Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Indra Muhklis Adnan juga menggunakan Landcruiser dan Alphard.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak jauh beda, Bupati Indragiri Hulu (Inhu), Yopi Arianto juga menggunakan Landcruiser. Begitu juga Bupati Siak, Syamsuar yang juga tak mau ketinggalan mengunakan Landcruiser.

Sedangkan Walikota Dumai, Khairul menggunakan sedan Camry dan mobil dinas luar kotanya gunakan Pajero Sport. Untuk Bupati Kampar, Jefry Noer juga menggunakan Alphard.

Bupati Rokan Hilir (Rohil), Anas Maamun yang juga merangkap jabatan Ketua DPD Golkar Riau, juga menggunakan Landcruiser.

Dari sekian banyak jenis Toyota Landcruiser yang paling mahal digunakan Bupati Pelalawan, M Haris. Mobil dinasnya Landcruiser dengan seri termahalnya yang harganya mencapai Rp 2,7 miliar.

Jika bupati mendapatkan mobil dinas Landcruiser maka secara otomatis ketua DPRD-nya juga menggunakan mobil yang sama, walau serinya tetap dibawah kepala daerah.

Kondisi yang sama juga dimiliki Gubernur Riau, Rusli Zainal dengan mobil dinas luar kotanya jenis Landcruiser dan mobil dinas dalam kota Camry.

Mewahnya mobnas kepala daerah di Riau ini, selama ini seakan dianggap lumrah oleh masyarakat. Menurut Ketua LSM, Forum Riau Membangun, Edi Ahkmad RM kepada detikcom, Kamis (22/11/2012) mengatakan, sebaiknya Mendagri segera membuat keputusan yang mengikat soal mobil dinas untuk kepala daerah.

"Sepanjang aturan itu tidak tegas, ya kepala daerah akan sesuka hatinya menggunakan dana APBD untuk mobil dinas yang mewah-mewah," kata Edi RM.

Masih menurut Edi RM, selama ini kepala daerah dan jabatan Ketua DPRD provinsi dan kabupaten setali tiga uang dalam penganggaran mobil dinas.

"Dewan dan pemerintah daerah itu sudah kongkalikong. Dewan akan mengabulkan anggaran mobil dinas, sepanjang mereka juga mendapatkan fasilitas. Jadi praktik seperti ini akan terus terjadi sepanjang tidak ada aturan tegas dari Mendagri sendiri," kata Edi RM.

Selama ini, kata Edi RM, kepala daerah menggunakan mobil Landcruiser harga miliaran itu selalu berdalih soal infrastruktur. Jalan di Riau banyak yang rusak, menjadi pembenaran bupati dan gubernur gunakan Landcruiser.

"Kalau bupati dan gubernur gunakan landcruiser tentulah mereka tidak merasakan kondisi jalan yang rusak itu. Sebab, di atas mobil mewah tentulah tidak begitu terasa kalau jalan rusak. Mestinyakan, jalannya yang diperbaiki, agar rakyat juga bisa menikmati infrastruktur yang bagus," sindir Edi.

(cha/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini