16 Pencuri Toko Emas yang 'Pintar' Berakting Ditangkap di Banyumas

16 Pencuri Toko Emas yang 'Pintar' Berakting Ditangkap di Banyumas

Arbi Anugrah - detikNews
Kamis, 22 Nov 2012 15:24 WIB
Banyumas - Sebanyak 16 pencuri emas lintas provinsi dibekuk Polres Banyumas. Aksi mereka lumayan cerdik. Ada yang jadi pembeli, pengalih perhatian, pengawas, pembawa tas, dan lain-lain.

Meski berakting sedemikian rupa, sindikat pencuri emas itu akhirnya gagal saat beraksi di toko emas Dewi milik Kuseri (43) di Jalan Pemotongan, Pasar Sumpiuh, Banyumas, Rabu (21/11) sekitar pukul 12.30 WIB.

"Para pelaku berpura-pura sebagai pembeli dan ketika para pelayan toko lengah, seorang pelaku lainnya mencongkel kaca etalase dengan menggunakan 'spatula dempul' (sendok dempul) yang sudah dimodifikasi seperti pisau dan obeng. Ada juga yang standby di dalam mobil," kata Kapolres Banyumas, AKBP Dwiyono kepada wartawan di Mapolres Banyumas, Kamis (22/11/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, 16 pelaku mempunyai peran yang berbeda-beda, mulai dari pembeli emas, pengawas, pengalih perhatian pelayan toko hingga pembawa tas.

"Saat menjalankan aksinya. Kaca etalase pecah, para pelaku panik dan melarikan diri," jelasnya.

Para pelaku ditangkap setelah mendapat informasi dari Polsek Sumpiuh jika para pelaku menggunakan sebuah mobil Toyota Altis warna silver bernopol L 1585 LY. Mobil itu melintas di wilayah kota Purwokerto.

"Setelah diikuti, mobil tersebut masuk ke sebuah bengkel di Jalan HR. Bunyamin Purwokerto. Ternyata di dalam bengkel tersebut terdapat pelaku lainnya," ungkapnya.

Saat di dalam bengkel tersebut, terdapat pelaku lain dengan menggunakan mobil Toyota Avanza silver bernopol L 1828 GO. Dari penangkapan tiga pelaku dibengkel tersebut kembali mengungkap pelaku lainnya.

"13 Pelaku lainnya kami tangkap di Villa Kristina, Baturaden," tambahnya.

Para tersangka yang ditangkap di bengkel di antaranya adalah IP alias Aris (19), MS alias Ipul (23), SR (37). Sementara para tersangka yang ditangkap di Villa adalah SB alias Ian (35), SK alias Sukir (53), SY alias Suyit (65), SH alias Haryanto (25), DS alias Joko (25), SP (25), PP (37), ED alias Endang (42), NP (57), RD alias Wati (54), YY alias Yuyu (21), PA (40).

"7 perempuan 9 laki-laki. Bahkan 1 pasangan diantaranya merupakan suami istri," ujarnya.

Mereka rata-rata berasal dari wilayah Sumatra, sisanya dari wilayah Jabar dan Jatim. "Tapi mereka bertemu dan berkumpul di Jawa Timur," tuturnya.

Para pelaku sudah beraksi berkali-kali di wilayah Jabar, Jateng, Jatim. Mereka biasanya berganti-ganti partner. Dari pengakuan para pelaku, mereka beroperasi di wilayah Cirebon, Indramayu, Cilacap, Wangon, Purbalingga, Sumpiuh, Madiun, Sidoarjo.

"Jika di hitung sudah lebih dari 10 kali dengan wilayah berbeda-beda, namun saat beroperasi di wilayah Banyumas ini mereka melakukan bersama sekitar 16 orang ini," jelasnya.

(arb/trw)


Berita Terkait