"Perlu saya sampaikan bahwa apa yang saya sampaikan tidak berubah dengan apa yang saya sampaikan sebelumnya. Kata-kata pemerasan Rp 18 Miliar, dibayar Rp 5 Miliar tidak ada sama sekali, karena saya tidak datang sendirian (dalam rapat), tetapi ramai-ramai dengan teman-teman. Dan itu bukan rapat di luar kantor, tetapi ada di DPR," kata Achsanul Qasasi.
Hal itu disampaikannya usai diperiksa oleh Badan Kehormatan DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/11/2012). Achsanul diperiksa
hanya sekitar 30 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
XI sebagai mana menjadi laporan Dahlan Iskan menurut dirut PT Merpati Nusantara Airlines yang baru.
"Semua teman-teman di DPR tahu, jadi bukan di luar kantor tetapi di DPR. Silakan dicek dengan anggota lain yang hadir saat itu, agar ketahuan benar adanya, tidak memojokkan satu pihak, tapi kebenaran ini," tegasnya.
Ia menjelaskan tidak akan buru-buru mengambil langkah selanjutnya terkait laporan Dahlan Iskan apakah akan meminta Dahlan untuk minta
maaf atau yang lainnya.
"Kita lihat perkembangan di Badan Kehormatan, saya nggak negerti. Tapi nanti biar saat dikonfrontasi saja biar jelas," ucap politisi Partai
Demokrat itu.
"Saya nggak merasa melanggar kode etik saya sangat siap (dikonfrontir). Lebih bagus dengan dirut lama dan dirut baru serta teman-teman komisi, karena infonya dirut lama menjanjikan," imbuh Achsanul.
(/ega)










































