Pantauan detikcom, di lapangan marinir Cilandak, Kamis (22/11), atraksi diawali oleh tim sniper korps marinir yang terdiri dari 6 orang. Mereka berada di atas mall Cilandak, dan menembak target sejauh 500 meter berupa kendi dan replika kubu musuh yang berada di sisi kiri lapangan upacara. Hadirin riuh bertepuk tangan ketika target berhasil ditembak.
Atraksi kedua demonstrasi dari tim meriam Howitzer 105 mm yang merupakan andalan dari korps marinir. Saat itu terdengar dua ledakan keras dari sisi kiri dan kanan lapangan upacara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suasana semakin semarak ketika di angkasa terlihat 67 penerjun payung dari korps marinir melayang-layang di atas bumi Cilandak. Mereka selanjunya mendarat di kapal pinisi nusantara sepanjang kira-kira 10 meter. Dalam atraksi ini disimulasikan kapal tersebut sudah dikuasai perompak kemudian coba direbut kembali oleh para penerjun payung. Bendera indonesia pun berkibar kembali di Kapal pinisi tersebut sebagai tanda kapal telah berhasil dikuasai kembali.
Atraksi terakhir 2 buah Pesawat Cassa TNI AL NC212 yang terbang rendah di atas lapangan upacara. Ketinggian pesawat tersebut tak lebih dari 100 meter diatas lapangan. Sebagian hadirin berdecak 'wow!'.
Upacara diakhiri dengn defile pasukan dan Alutsista di hadapan Kasal Laksamana Soeparno dan tamu kehormatan yang lain.
(gah/gah)










































