Sakit Hati dengan Mega, Gerakan Pemuda 27 Juli Dukung SBY
Jumat, 17 Sep 2004 16:08 WIB
Jakarta - Korban 27 Juli sepertinya pecah. Korban yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda 27 Juli, Jumat (17/9/2004) ini menyatakan mendukung SBY. Padahal Kamis (16/9/2004) kemarin, korban atas nama Forum Keluarga dan Korban 27 Juli menyatakan mendukung Mega. "Kami Gerakan Pemuda 27 Juli mendukung pasangan SBY-Kalla sebagai Presiden-Wakil Presiden RI 2004-2009 demi kelanjutan reformasi dan perubahan secara signifikan di Indonesia," kata Ketua Gerakan Pemuda 27 Juli, Agus Siswantoro dalam jumpa pers di Cafe Venezia, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Selain Agus, hadir juga 9 orang pengurus organisasi tersebut.Agus menuturkan, organisasinya tidak mendukung Megawati karena sakit hati Ketua Umum PDIP yang dibela korban saat kasus 27 Juli justru tidak mau menuntaskan kasus 27 Juli. "14 Maret 2000 kami menemui Ibu Mega menanyakan kesan bahwa ibu Mega ingin mengorbankan para korban 27 Juli. Tapi Beliau bilang tolong sampaikan kepada teman-temanmu saya kan tidak pernah menyuruh kamu mendukung saya. Saya tidak pernah memaksa-maksa kalian untuk mempertahankan kantor DPP PDIP," tutur Agus. Mengenai dugaan keterlibatan SBY dalam kasus 27 Juli, Gerakan Pemuda 27 Juli tidak menganggapnya serius. Menurut mereka, SBY hanya mengikuti rapat pada 23 Juli 1996 tentang rencana pembubaran masa di depan kantor PDIP, karena diharuskan sesuai struktur komando. "Itu hanya berdasarkan struktur komando. Yang tahu persis adalah R Hartono, Faisal Tanjung dan Sarwan Hamid," kata Agus. Gerakan 27 Juli telah meminta komitmen SBY agar menuntaskan kasus 27 Juli jika menang. Atas permintaan itu, SBY menyatakan siap sebagai bukti ia tak bersalah dalam kasus itu.
(iy/)











































