17.927 Personel Polda Jateng Amankan Pilpres II

17.927 Personel Polda Jateng Amankan Pilpres II

- detikNews
Jumat, 17 Sep 2004 16:02 WIB
Semarang - Meski situasi pada pemilu legislatif dan pilpres I bisa dibilang aman-aman saja, Polda Jateng tetap mewaspadai adanya kemungkinan konflik pada pilpres II. Untuk itu, mereka menerjunkan 17.927 personel.Kapusdalops Polda Jateng AKBP Mudoko kepada wartawan di Mapolda Jateng, Jl. Pahlwan Semarang, Jum'at (17/9/2004), mengatakan jumlah sebanyak itu merupakan dua per tiga kekuatan instansinya. Jumlah itu terdiri dari 17.291 personel yang berada di TPS dan 636 personel lainnya sebagai back up.Selain itu, lanjutnya, Polda juga menyediakan sejumlah personel on call sebagai tambahan. Diantaranya, 1 SSK Polri dan TNI di masing-masingPolwil atau Polwiltabes dan 1 SST Polri dan TNI di masing-masing Polres atauPolresta."Personel yang on call akan terus stand by di tempatnyabertugas. Tapi mereka juga akan cepat bergerak begitu ada kejadian yangperlu ditangani," terangnya.Dikatakan Mudoko, keseluruhan personel akan bertugas dari H-3 sampai H+1pemungutan suara. Mereka akan bekerja sama dengan jajaran Polri setempat.Selain menjaga situasi, mereka juga diminta melaporkan perkembangan situasidari waktu-waktu selama bertugass.Soal pola pengamanan, Mudoko menjelaskan, untuk daerah aman, 1 polisi mengawal4 TPS dengan dibantu 8 orang dari Kesbang Linmas. Untuk daerah rawan satu, 1polisi mengawal 3 TPS dengan bantuan 6 orang dari Kesbang Linmas."Sementara untuk rawan dua, kita tugaskan 1 polisi mengawal 2 TPS denganbantuan 4 orang Kesbang Linmas. Tapi, saya tidak tahu soal kategorisasidaerah rawan satu atau dua," katanya mengalihkan pertanyaan.Kapolda Jateng Irjen Chaerul Rasjid yang sempat dikonfirmasi wartawanmengatakan, pada dasarnya wilayah Jateng sangat kondusif dalam pelaksanaanpilpres II. Dua per tiga kekuatan segera diturunkan."Saya berharap, situasinya juga tetap terkendali sebagaimana pemilulegislatif maupun pilpres I," ujarnya seusai melakukan shalat Jum'at diMasjid Mapolda. (nrl/)


Berita Terkait