Tanah longsor di Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, membuat rel KA ambles sedalam 20 meter. Jalur KA Bogor-Jakarta pun tak bisa dipergunakan. Proses perbaikan rel terhambat, sebab eskavator tidak bisa dioperasikan karena kondisi tanah yang labil.
Jangankan memperbaiki rel KA yang ambles, untuk mengevakuasi rumah penduduk yang tertimbun longsoran pun tak bisa. Lantaran tanah sangat gembur dan rawan longsor. Ditakutkan Eskavator justru memperburuk kondisi tanah yang memang tak solid.
"Eskavator tidak bisa digunakan karena tanahnya labil, takut akan lebih longsor lagi. Tidak bisa turun (menuju rumah warga yang tertimbun longsor) lagi," ujar salah satu petugas PT KAI yang tidak mau disebut namanya kepada detikcom, Kamis (22/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, sejumlah TNI juga sudah datang untuk mengamankan lokasi sedangkan beberapa petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bogor terlihat sedang mendata kerusakan yang dialami warga. Warga yang rumahnya tertimbun tanah longsor pun masih sibuk mengamankan harta bendanya.
Sekitar seratus warga terus berdatangan untuk melihat dari dekat kondisi tanah longsor. Garis polisi sudah dipasang pun diterobos warga. Bahkan beberapa orang berfoto di lokasi longsor, tak mengindahkan larangan dari petugas PT KAI yang berjaga-jaga di daerah tersebut.
(/van)











































