Staf Angie & Koster Penerima Uang Panas Juga Dihadirkan di Sidang

Staf Angie & Koster Penerima Uang Panas Juga Dihadirkan di Sidang

- detikNews
Kamis, 22 Nov 2012 06:07 WIB
Staf Angie & Koster Penerima Uang Panas Juga Dihadirkan di Sidang
Jakarta - Selain menghadirkan Nazaruddin dan Wayan Koster, sidang Angelina Sondakh juga akan dihadiri oleh saksi penting lainnya. Mereka adalah staf dari Angie dan Koster yang menurut jaksa KPK, sebagai operator yang menerima uang panas dari Grup Permai.

"Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi atas nama Jeffry Rawis, Budi Priatna dan Lindina," ujar kuasa hukum Angie, Nasrullah dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Kamis (22/11/2012).

Dalam surat dakwaan KPK, nama Jeffry disebut sebagai orang yang diutus Angie untuk menerima uang dari kurir grup permai. Dalam kesaksiannya, Wakil Direktur Keuangan Grup Permai Yulianis mengatakan, dia pernah menyuruh kurir mengantarkan uang Rp 2,5 milyar untuk Angie. Dan uang itu diambil oleh Jeffri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dadang bertemu dengan Jeffri di Food court Ambasador. Jeffri itu stafnya Angie," ujar Yulianis kala itu.

Sedangkan Lindina yang bernama lengkap Lindina Wulandari merupakan sekretaris Angie. Merujuk pada kesaksian dan surat dakwaan jaksa, rekening Lindina pernah dipakai untuk menampung uang dari Grup Permai sejumlah Rp 10 juta kepada Angie. Kala itu Angie meminta uang kepada Mindo Rosalina Manulang, Direktur Marketing Grup Permai guna membantu pengungsi di Merapi.

Sedangkan Budi Priatna adalah staf dari Wayan Koster. Dalam kesaksian Yulianis dan Dadang, supir Grup Permai, disebutkan bahwa Budi beberapa kali menjadi penerima uang untuk atasannya itu. Koster telah membantah kesaksian ini.

Sebagai catatan, Yulianis menyebutkan 16 transaksi pengeluaran grup permai kepada Angie dan Koster. 16 transaksi itu adalah:

1. 12 Maret 2010, Grup Permai (GP) mengeluarkan Rp 70 juta, yang ditujukan untuk Angie.

2. 13 Maret 2010, GP mengeluarkan 100 ribu USD yang ditujukan untuk Angie dan Koster. Uang itu keluar atas permintaan Mindo Rosalina Manulang, Direktur Marketing GP. "Uang diambil Clara Mauren, bawahan Rosa," ujar Yulianis.

3. 19 April 2010, GP mengeluarkan Rp 2,5 milyar. Uang ditujukan ke Angie dan diantar oleh staf bernama Dadang. "Dadang bertemu dengan Jeffri di Food court Ambasador. Jeffri itu stafnya Angie," ujar Yulianis.

4. 3 Mei 2010, GP mengeluarkan 2 miliar ditujukan untuk Angie dan Koster. "Tertulisnya untuk proyek di universitas," papar Yulianis.

5. 4 Mei 2010, GP mengeluarkan Rp 3 miliar. Uang itu ditujukan untuk Angie dan Koster. Uang diantar oleh staf bernama Lutfi ke ruangan Koster di komplek Gedung DPR. "Lufhfi menyerahkannya pada Budi, staf pak Wayan," ujar Yulianis.

6. 5 Mei 2010, pagi hari uang sebesar Rp 3 miliar dikucurkan Grup Permai. Uang diantar oleh Luthfi yang kembali bertemu dengan staf Wayan Koster.

7. 6 Mei 2010, sore hari, Lutfhi kembali ke gedung DPR di lantai ground. Kali ini dia membawa uang Rp 2 miliar. "Luthfi bertemu dengan pak Budi, stafnya pak Wayan," ujar Yulianis.

8. 19 Juni 2010, GP mengeluarkan 100 ribu USD, ditujukan untuk Angie. "Tertulisnya untuk keperluan bu Angie ke Belanda," papar Yulianis.

9. Di hari yang sama, GP kembali mengeluarkan 100 ribu USD untuk keperluan yang sama.

10. Lalu masih di hari yang sama, untuk ketiga kalinya, GP kembali mengeluarkan 100 ribu dollar untuk keperluan serupa.

11. 2 September 2010, GP mengeluarkan 150 ribu USD yang ditujukan untuk Angie.

12. 14 Oktober 2010, GP mengirimkan 500 ribu USD dalam dua bungkusan terpisah.

13. 17 Oktober 2010, Yulianis menyebut GP mengeluarkan 400 ribu USD ditujukan untuk Angie dan Koster. "Yang mengantar Dewi, kata dia, dia ketemu langsung dengan pak Wayan." kata Yulianis.

14. 26 Oktober 2010, GP mengeluarkan 500 USD untuk Angie dan Koster. "Yang mengantar Dewi dan dia mengaku ketemu dengan staf pak Wayan," papar Yulianis.

15. 3 November 2010, GP mengeluarkan 500 ribu USD untuk Angie terkait proyek universitas tahun 2010.

16. 22 November 2010, atas permintaan Rosa, GP mengeluarkan Rp 10 juta rupiah untuk Angie. "Katanya untuk pengungsi Merapi," kata Yulianis.

(/van)


Berita Terkait