Acara yang berlangsung khidmat dan akrab itu dihadiri perwakilan Dirjen Perlindungan Sosial Korban Bencana Kemensos Syahubudin, Gubernur Lampung Sjachroedin, Kapolda Lampung Brigjen Heru Winarko, Ketua DPRD Lampung Marwan Cik Asan, Bupati Lampung Rucko Menoza, dan beberapa tokoh adat Lampung dan Bali yang mewakili Desa Agom dan Balinuraga.
Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih, deklarasi dan sosialisasi perdamaian bertujuan supaya lebih memperarat tali silahturahmi antara warga di dua desa itu. Warga dari Agom dan Balinuraga sudah menjadi saudara dan tidak akan lagi ada perselisihan yang mengarah pada kekerasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deklarasi juga diisi dengan acara tari, musik, puisi, dan menyanyikan lagu nasional. Ikrar perdamaian antar dua desa itu dibacakan dan disepakati bersama. Semua warga yang datang pun saling bersalaman dan berpelukan dan diikuti oleh para pejabat yang hadir. Usai deklarasi, perwakilan tokoh dan pejabat yang hadir berkunjung dan meninjau pengobatan massal di Desa Balinuraga.
Menurut Sulis, deklarasi dengan melibatkan banyak warga dari dua desa itu diharapkan bisa menyebarluaskan perdamaian hingga ke tingkatan paling bawah. Semua masyarakat perlu tahu bahwa sudah ada perdamaian yang disepakati bersama.
(van/van)










































