"Sudah tiga tahun ini (sebagai Dubes, red) tidak ada saya dihubungi oleh pihak Kemenakertrans. Saya berdialog dengan Kementerian Luar Negeri dan Pak Menteri Hatta Rajasa (Menko Perekonomian), namun tidak ada dengan Pak Muhaimin (Menakertrans)," kata Afdzaruddin, di kantornya Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2012).
Afdzaruddin mengatakan, pihaknya siap untuk diajak berdialog mengenai kasus TKI ini jika pihak Kemenakertrans menghubunginya. Selain itu dia juga menyayangkan pernyataan Menakertrans mengenai ajakan WNI di Malaysia untuk mogok kerja untuk menghormati TKI di Malaysia yang terkena pelanggaran.
"Yang terhormat Bapak Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang mengajak WNI di Malaysia melakukan mogok, seharusnya kita mencari bagaimana untuk menyelesaikan bukan memperburuk lagi keadaan," ujar Afdzaruddin.
Pernyataan lain yang disayangkan oleh Afdzaruddin adalah pernyataan dari jubir Kemenakertrans, Dita Indah Sari yang menyarankan pemulangan sementara Dubes Malaysia untuk Indonesia.
"Saya menyayangkan juga statement jubir Kemenakertrans yang mengusulkan kepada Kementerian Luar Negeri bahwa memulangkan Duta Besar sebagai sikap keras," jelas Afdzaruddin.
Seharusnya, imbau dia, Pemerintah Indonesia dan yang berwenang Kemenakertrans mencari jalan keluar dan berdialog untuk menyelesaikan masalah ini. Mencari apa sebenarnya akar masalah dari persoalan TKI ini.
(nwk/nwk)











































