Menurut juru bicara MA Djoko Sarwoko, Yamani membujuk pegawai MA dan bertanggung jawab apabila di belakang hari pemalsuan itu terungkap.
"Yamani ngomong ke operator 'sudah tenang saja, nanti yang tanggung ke majelis saya saja,'. Tapi nyatanya yang naik di putusan yang di website 15 tahun," kata Djoko kepada wartawan dalam jumpa pers di Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (21/11/2012) petang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, setelah belakangan putusan Hengky 15 tahun penjara ini meledak di berbagai media massa, MA segera menelusuri putusan ini. Di depan tim investigasi MA, Yamani mengaku dengan jujur.
"Saya juga tanya langsung ke Yamani, ini tulisan siapa?" tanya Djoko ke Yamani.
"Ini tulisan saya kayaknya," jawab Yamani seperti ditirukan Djoko.
"Kalau saya mau jawaban jujur," tanya Djoko lagi.
"Ini tulisan saya," jawab Yamani.
Tapi Yamani tidak nggak menjawab saat ditanya alasannya. Yamani cuma bilang "Saya lalai, Pak," jawab Yamani.
Menurut Ketua Muda MA bidang Pidana Khusus ini, dua majelis hakim agung lainnya, Nyak Pha dan Imron Anwari, tidak terlibat. Begitu juga panitera pengganti, Dwi Tomo.
"Panmud dan Askor tidak tahu, mereka tahunya 15 tahun. Karena yang diteken Panmud dan Askor 15 tahun. Jadi Pak Nyak Pha memilih 18 tahun, lalu Pak Imron 16 tahun," beber Djoko.
(asp/nrl)










































