Kepala Humas ACT, Feri Kuntoro, mengatakan relawan yang dikirimkan ke wilayah konflik tersebut rencananya akan mendistribusikan bantuan yang dibutuhkan bagi mereka yang menjadi korban bombardir Israel.
Tim tidak membawa barang-barang untuk didistribusikan. Tapi uang Rp 500 juta dari sumbangan masyarakat Indonesia untuk dibelanjakan selimut, obat-obatan, makanan dan minuman, terlebih saat ini Palestina sedang musim dingin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat sama, Direktur Global Humanity Response (GPR) ACT, Doddy Cleveland Hidayat, mengatakan pemberangkatan tim relawan ke Gaza sendiri merupakan aksi berkelanjutan yang dilakukan pihaknya selama ini. Selain mengirimkan bantua untuk keperluan tanggap darurat selama perang, Doddy menjelaskan, tim akan melanjutkan pembangunan sekolah dan rumah untuk anak yatim piatu di Gaza.
"Kami optimis bisa berkontribusi di Palestina melanjutkan program-program kemanusiaan sebelumnya, apalagi sebidang tanah yang diwakafkan sudah disiapkan untuk sekolah," kata Doddy.
Selama ini, ACT sudah mendistribusikan bantuan berupa obat-obatan ke klinik swasta di Jabaliya. Klinik yang dikelola oleh Palestinian Welfare House itu terus aktif melayani para korban agresi Israel.
"Kita kirim Rp 100 juta setiap bulannya," jelas Doddy.
(ahy/lh)











































