Pelaku Bom Kedubes Dikabarkan Juga Diburu ke Priangan Timur
Jumat, 17 Sep 2004 14:02 WIB
Bandung - Polda Jabar memberikan dukungan dan bantuan sepenuhnya kepada tim MabesPolri yang "berburu" teroris di wilayahnya. Dari informasi yang beredar,kini ada satuan tim khusus dari Mabes Polri yang sedang mencari tahukemungkinan pelaku bom Kedubes kabur ke wilayah Priangan Timur."Kalau memang diminta bantuannya, ya tentu saja kami akan bantu. Tapi soalteknis dan selebihnya, Mabes Polri yang tahu," kata Irjen Pol Edi Darnadi,Kapolda Jabar ketika ditanya wartawan di sela-sela kunjungan PresidenMegawati ke Cibaduyut Bandung, Jumat (17/9/2004).Wartawan mendapatkan informasi, bahwa kepolisian sedang menyelidikikemungkinan adanya pelaku yang berada di Jabar. Namun identitas, maupun dimana lokasi teroris yang diburu masih misterius alias rahasia.Kemungkinan adanya pelaku di wilayah Jabar ini dikaitkan dengankejadian-kejadian bom sebelumnya, seperti bom malam Natal di Terusan JlJakarta, nyaris tertangkapnya Dr Azahari dan Noor Din M Top di Bandung,dan lainnya.Namun saat ditanya hal itu, Kapolda tetap bungkam seribu bahasa kendatibibirnya tetap memberikan senyuman. "Nanti tanya saja kepada Mabes,"katanya berulang kali.Ketika ditanya, apakah nama Jabir yang disebut-sebut sebagai pelaku dantewas dalam peristiwa bom Kuningan apakah sama dengan Jabir, yang dahulujuga sempat diperdebatkan identitasnya dalam kasus bom Natal di Bandung,Kapolda pun tidak mau memberikan jawaban. "Tunggu saja nanti," katanyalagi sembari tersenyum.Sementara itu, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Iwan R Sulandjana ketikaditanya secara terpisah soal bantuan dari pihak tentara untuk mengungkapjaringan teroris itu menuturkan bahwa sepanjang polisi memintanya, makajajarannya akan membantu sepenuhnya."Apakah polisi sudah minta bantuan?" tanya wartawan. Dijawab Pangdam, bahwa secara lisan permintaan itu sudah disampaikan. "Ya namanya diminta, kami bantu. Itu kan tugas dan wewenang kepolisian," katanya.Sementara untuk meningkatkan keamanan di wilayahnya, Pangdam menegaskanbahwa jajaran Binta Pembina Desa (Babinsa) yang ada, sudah dimintasekaligus mengimbau warga masyarakat untuk mendata warga asing yangdatang dan tinggal di wilayahnya masing-masing."Itu sudah berjalan. Pendataan dan pencatatan warga asing, sudah dilakukan. Selain untuk tertib administrasi, juga untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan atau teror seperti itu," ungkapnya.
(nrl/)











































