LP3ES Kembali Gelar Quick Count
Jumat, 17 Sep 2004 11:46 WIB
Jakarta - Lembaga Penelitian Pendidikan & Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) akan kembali melakukan quick count pemilu presiden (pilpres) putaran kedua.Rencana itu dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jumat (17/9/2004).Demikian dikatakan Direktur LP3ES Imam Ahmad kepada wartawan di Media Center KPU, Jl. Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (17/9/2004). Sebelumnya, lembaga itu telah melakukan kegiatan serupa pada pemilu legislatif 5 April dan pilpres putaran pertama 5 Juli lalu. Kegiatan quick count pilpres putaran kedua didukung oleh National Democratic Institute for International Affair (NDI), Metro TV, Yayasan TIFA dan sejumlah donatur. "Kami sebagai bagian dari upaya KPU untuk memberikan informasi kepada masyarakat melapor dulu. Satu atau dua jam sebelum mengumumkan hasilnya kami akan menyampaikan terlebih dulu kepada KPU," ujarnya. Dikatakan Imam, hasil quick count akan diumumkan pada 20 September 2004 malam. Namun, Imam belum dapat memastikan waktunya karena pihaknya baru akan mengeluarkan hasilnya setelah memenuhi 3 persyaratan. Ketiga persyaratan tersebut adalah sampel yang diambil secara geografis telah mewakili seluruh daerah di Indonesia, data sudah stabil serta volumenya sudah diatas 50 persen. "Kalau belum memenuhi persyaratan itu, kami akan tunggu," tambahnya. Sementara, Kepala Divisi Penelitian LP3ES Muhammad Husein menjelaskan, LP3ES akan menerjunkan sebanyak 4000 relawan untuk memantau pencoblosan dan penghitungan suara di 2000 TPS yang dipilih secara acak. Mereka akan disebar di 32 provinsi. "Kami harap sampel kami bisa menjadi miniatur Indonesia secarakeseluruhan," katanya. Selain itu, kata Husein, para relawan akan mewawancarai 4 pemilih di setiap TPS yang dijadikan sampel. Tujuannya sebagai analisis preferensi pemilih."Misalnya suara Golkar lari kemana atau suara NU lari kemana," jelasnya. Di tempat yang sama Wakil Ketua KPU Ramlan Surbakti mengatakan sebenarnya tidak ada keharusan bagi sebuah lembaga untuk melaporkan rencana quick count."Kewajiban bagi lembaga itu adalah menyampaikan kepada KPU sebelum mempublikasikan hasilnya. KPU menghargai itikad baik LP3ES," katanya.Menurut Ramlan, ada 3 hasil penghitungan suara pilpres putaran kedua yakni, hasil penghitungan TI, manual serta quick count. Data resmi yang akandigunakan KPU adalah hasil penghitungan manual. Sedangkan hasil quick count hanya sebagai pembanding. "Apabila nantinya hasil ketiganya tidak ada perbedaan yang signifikan akan memperkuat legitimasi hasil pemilu," demikian Ramlan.
(nrl/)











































