Cerita Rahmatullah tentang Penangkapan Dirinya
Jumat, 17 Sep 2004 11:51 WIB
Surabaya - Polres Sidoarjo akhirnya melepas Rahmatullah bersama istrinya Farida karena tidak terbukti terlibat jaringan terorisme Azahari dan Nur Din M Top. Keduanya diduga melakukan pemalsuan dokumen."Saya sekarang dinyatakan tidak terlibat, memang tidak ada bukti. Saya sebelum pulang Kamis (16/9/2004) pukul 21.00 WIB sudah menandatangani pencabutan BAP. Jadi saya hanya dikenakan tuduhan pemalsuan dokumen tetapi itu tidak begitu penting bagi saya. Saya hanya dikenakan wajib lapor," kata Rahmatullah kepada detikcom di rumah kontrakannya, Jalan Merak III, Blok P 2 103, Rewin, Waru, Sidoarjo, Jumat (17/9/2004). Rahmatullah mengaku heran atas tuduhan polisi yang menganggapnya terkait jaringan Azahari. "Apa pun itu saya tetap menghormati pihak kepolisian.Saya tidak mengenal satu pun orang yang di DPO Mabes Polri, termasuk Azahari. Saya tahunya hanya di koran, jadi aneh kalau saya dikaitkan. Jangan-jangan saya dituduh ini karena asal saya sama dengan Imam Samudra (terpidana mati bom Bali) sehingga dikait-kaitkan," ujar pria asal Serang, Banten sambil tertawa.Dalam kesempatan itu, Rahmatullah membantah keras mengetahui isi dokumen yang dibuang di sumur. "Saya tidak tahu itu milik siapa. Isinya apa saya tidak tahu . Yang jelas memang di kantor polisi, saya disuruh membaca dokumen yang berbahasa Arab dan memang ada nama-nama orang dan alamatnya. Tetapi saya nggak kenal," ungkapnya.Sore hari sebelum penangkapan, kata Rahmatullah, dirinya beserta beberapa teman melakukan diskusi tentang berbagai hal dilihat dari sudut Islam. "Seperti biasa, kami melakukan diskusi tidak ada yang gelap-gelapan dan juga tidak ekstrim. Diantara teman yang datang ada yang bernama Oki mahasiswa dari universitas Bhayangkara," kata dia.Menurut dia, Oki merupakan teman Nanang yang juga ikut diskusi. "Nanang temannya Helmy dan saya tidak kenal dekat dengan Helmy. Saya waktu itu sempat keluar untuk menelpon. Saya curiga yang melaporkan saya itu Oki tetapi tidak tahu dia intel atau bukan. Saat polisi menangkap saya, Oki terlihat dikerumunan warga yang menonton tetapi saat saya tanya dia bernama Oki, yang bersangkutan membantahnya," ujarnyaAkibat peristiwa itu, Rahmatullah merasa perlu memberikan klarifikasi kepada tetangga setempat yang bersikap sinis kepada dirinya dan keluarga. "Setiba di rumah, saya langsung ke rumah Pak RT untuk klarifikasi. Kalau tetangga tetap tidak bisa menerima saya dan keluarga ya terpaksa kami eksodus," ujar Rahmatullah.Anehnya lagi, lanjut dia, pintu belakang rumahnya ditemukan rusak seperti dijebol orang. "Saya belum cek apa yang hilang," kata dia.Rahmatullah mengatakan, untuk sementara akan menutup diri dari kegiatan diskusi dan tidak akan menerima sembarang tamu. Sebanyak 3 polisi berpakaian preman tampak tetap mengawasi kontrakan Rahmatullah.
(aan/)











































