Gelar Aksi Mogok, Sopir Angkot Malah Bingung Cari Setoran

Gelar Aksi Mogok, Sopir Angkot Malah Bingung Cari Setoran

Andri Haryanto - detikNews
Selasa, 20 Nov 2012 15:22 WIB
Gelar Aksi Mogok, Sopir Angkot Malah Bingung Cari Setoran
Jakarta - Ratusan sopir angkutan umum di Jakarta Timur menggelar aksi mogok sebagai bentuk penyikapan terhadap Perda 03/2012 tentang Retribusi Angkutan Umum. Di balik semangat menyuarakan tuntutan, mereka bingung mencari setoran untuk juragannya.

"Ya kalau mogok kayak gini, kami rugi juga, selain buat setoran paling enggak ada buat kopi, rokok, sama bawa ke rumah," ujar Andre saat ditemui di simpang empat, Jalan Raya Simatupang-Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (20/11/2012).

Pria bertato di dada ini dalam sehari harus menyetor Rp 150 ribu kepada pemilik angkot. Namun untuk hari ini, dia cuma bisa pasrah bila majikan menanyakan ke mana perginya uang setoran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bos (majikan) mana tahu kita mogok kayak gini," ujarnya.

Andre mengaku tidak tahu secara terperinci apa sebenarnya yang disuarakan dia dan beberapa kawannya. Dia mengaku, turun ke jalan atas rasa solidaritas rekan satu sepenanggungan.

Alasan lain dia ikut turun aksi mogok, karena dijanjikan oleh Koperasi Wahana Kalpika (KWK) sebagai koperasi yang menaungi angkutan S 15 dan S 15A, uang saku sebagai pengganti uang sopir yang biasa mengangkut penumpang.

"Tapi sampai sekarang enggak ada, janji saja, rokok saja minta ini," keluhnya.

Saat ditemui, Andre dan beberapa sopir angkutan S 15 menghadang satu unit angkot S 15A yang membawa penumpang. Dia geram karena angkutan itu beroperasi padahal dia dan rekannya memarkirkan angkot di tepian jalan.

"Kita juga mau jalan, tapi ada ancaman kalau kita jalan surat ditarik, mobil dibakar, gimana mau jalan," ujarnya

(ahy/rmd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini