Pengemudi Speedboat Ngamuk di Kantor Gubernur Maluku
Jumat, 17 Sep 2004 10:52 WIB
Ambon - Lebih 70 pengemudi speedboat mengamuk di depan Kantor Gubernur Maluku, Jumat (17/9/2004). Mereka meneriakkan tuntutan dan yel-yel, sambil menancapkan bendera Merah Putih di Lapangan Merdeka sebagai tanda protes.Para pengemudi speedboat ini marah karena merasah lahan pencaharian mereka diambil alih oleh trasportasi darat. Sebenarnya, keluhan para pengemudi speedboat pernah disampaikan ke Pemerintah Provinsi Maluku melalui Asisten I Setda Maluku, Izak Saimima, Maret 2004 lalu.Saat "itu pemerintah daerah berjanji akan memperhatikan nasib kami. Kami datang menagih janji tersebut," kata Abdul Jalil Pesilete (42), pengemudi speedboat di tengah aksi unjuk rasa.Pesilete mengatakan, Saimima berjanji akan memberi modal usaha berupa uang guna membuka usaha baru. "Karena pemerintah tidak memberikan penjelasan berapa modal usaha yang dibeli, para pengemudi saat itu meminta Rp 15 jta per orang. Asisten I berjanji menyelesaikan masalah kami," katanya.Dalam peryataan tertulis, para pengemudi ini mengancam jika Pemerintah Maluku tidak memenuhi janjinya, mereka tidak akan menjamin keselamatan pengungsi Poka-Rumahtiga dan sekitarnya yang akan kembali ke tempat asalnya. Bahkan secara tegas, mereka menyatakan tidak mengunakan hak pilihnya saat pemilihan Presiden 20 September mendatang."Jika tidak ada kepastian dari pemerintah terhadap nasib kami, maka kami para pengemudi sudah sepakat untuk menolak ikut Pilpres nanti dan tidak akan menjamin keselamatan pengungsi yang akan balik," teriak Pesilete.Ali Umasugi (35), seorang pengemudi mengatakan, akibat dibukanya kembali jalur trasportasi darat membuat penghasilan turun drastis. Jika saat konflik dia mampu menggunakan Rp 200 ribu sampai Rp 400 ribu, saat ini dia hanya bisa memperoleh tidak lebih dari Rp 70 ribu."Kalau lagi sepi paling banyak saya dapat Rp 20 ribu satu hari, itu pun kalau dipaksa," kata ayah dua anak ini. Nasib Ali Umasugi ini sama dengan 69 pengemudi speedboat lainnya.Aksi ngamuk pengemudi speedboat ini akhirnya dilayani karo humas Setda Maluku, Lies Ulihayanan. Namun para pengemudi ini bersikeras bertemu dengan Gubernur Maluku, Albert Karel Ralahalu. Padahal, Gubernur tidak berada di tempat. Akhirnya para pengemudi ini terpaksa menerima tawaran Karo Humas. Enam perwakilan pengemudi kemudian melakukan tatap muka dengan Karo Humas selama satu jam.
(nrl/)











































