Program ini diteken oleh Mendikbud M Nuh dan Ketua DMI Jusuf Kalla di Gedung A Kemendikbud, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (20/11/2012). Acara berlangsung selama 1,5 jam.
Usai penandatanganan, baik Nuh dan JK sama-sama memberi sambutan. Mereka mencanangkan program ini demi kemajuan pendidikan anak.
"Masjid dan pendidikan tidak dapat dipisahkan, sejak lama, lembaga masjid menjadi wadah pelaksaanaan pendidikan antara lain bidang agama dan PAUD," jelas JK.
Menurut JK, saat ini 18 ribu masjid, musala dan surau di Indonesia. Dengan angka tersebut, maka anak-anak bisa belajar di lokasi masjid terdekat.
"Pada pukul 07.00 WIB pagi sampai pukul 11.00 WIB pagi, relatif tidak ada kegiatan di masjid, karena itu sangat tepat bisa menyelenggarakan PAUD pada jam tersebut," sambungnya.
Nuh dalam sambutannya mengatakan, ada tiga ruang lingkup dalam penyelanggaraan PAUD di masjid, yakni penyelenggaraan berbasis masjid, pengembangan mutu dan mengembangkan kemitraan. Lewat program ini, diharapkan kemampuan anak-anak semakin meningkat.
"Dengan menyelenggarakan PAUD di masjid, maka kita akan membentuk attitude, skill dan knowledge anak-anak seperti ini," imbuhnya.
(mad/mad)











































