Ini Penjelasan Kapolresta Surakarta Soal Bom Rakitan di Mapolsek

Ini Penjelasan Kapolresta Surakarta Soal Bom Rakitan di Mapolsek

Muchus Budi R. - detikNews
Selasa, 20 Nov 2012 12:33 WIB
Ini Penjelasan Kapolresta Surakarta Soal Bom Rakitan di Mapolsek
Ilustrasi/detikcom
Solo - Kapolresta Surakarta Kombes (Pol) Asdjimain, mengatakan hingga saat ini bom rakitan yang ditemukan di depan Mapolsek Pasarkliwon, Solo, masih diselidiki oleh tim dari Puslabfor di Semarang. Polisi juga masih mempelajari berbagai kemungkinan tentang pihak-pihak yang berada di balik peletakan bom rakitan tersebut di areal kantor polisi.

"Belum diledakkan. Tadi pagi itu baru dijinakkan oleh Jihandak Gegana Brimob dengan cara diputus rangkaian pemicunya. Saat ini, bom rakitan itu sudah kami kirim ke Puslabfor di Semarang untuk mengetahui kandungan serta daya ledaknya," ujar Asdjimain, Selasa (20/11/2012).

Seperti diberitakan sebelumnya, hari ini, Selasa (20/11), sebuah bom rakitan ditemukan depan Mapolsek Pasarkliwon, Solo. Benda tersebut segera diamankan oleh Jihandak Gegana Brimob. Sumber di kepolisian menyebutkan benda temuan itu merupakan bom rakitan membahayakan, sehingga harus segera dimusnahkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Asdjimain menjelaskan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil analisa yang dilakukan oleh Puslabfor. Selain itu pihaknya juga terus melakukan penyelidikan intensif terkait temuan barang membahayakan tersebut, termasuk mempelajari pihak-pihak yang kemungkinan berada di balik peletakan bom rakitan tersebut.

"Selain itu tentunya kita juga akan terus melakuan peningkatan pengamanan. Kami mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan ulah orang tak bertanggung jawab itu," lanjutnya.

Polsek Pasarkliwon di Solo bukan kali ini saja menjadi sasaran serangan. Dua tahun lalu, di pagar Mapolsek Pasarkliwon juga pernah dipasangi bom rakitan berdaya ledak rendah. Namun sebelum meledak, bom rakitan itu diketemukan oleh warga yang kemudian dilaporkan ke petugas kepolisian di dalam Mapolsek Pasarkliwon.

Polisi kemudian menyebut peletakan bom rakitan dua tahun lalu itu sebagai rangkaian perusakan pos polisi, gereja, masjid, dan kantor polisi yang dilakukan oleh kelompok baru yang beranggotakan para remaja yang berpusat di Klaten. Kelompok tersebut dipimpin oleh Roki Aprisdiyanto alias Yanto alias Atok yang berhasil meloloskan diri dari Rutan Polda Metri Jaya beberapa pekan lalu.

(mbr/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini