Giliran Dirut PT Garam Diperiksa BK DPR

Giliran Dirut PT Garam Diperiksa BK DPR

- detikNews
Selasa, 20 Nov 2012 12:13 WIB
Giliran Dirut PT Garam Diperiksa BK DPR
Foto: Salmah/detikcom
Jakarta - Badan Kehormatan (BK) DPR hari ini memanggil direksi tiga BUMN yang disebut dimintai jatah oleh anggota DPR. Setelah memeriksa Dirut PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Rudy Setyopurnomo, BK DPR langsung memeriksa Dirut PT Garam.

Pantauan detikcom Rudy Setyopurnomo ke luar dari ruang BK DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/11/2012), sekitar pukul 12.00 WIB. Rudy yang mengenakan kemeja putih itu terlihat serius dan berjalan cepat ke mobilnya.

"Saya tidak menuduh apa-apa, saya hanya menjawab mereka. Pertanyaan tentang kejadian," kata Rudy saat dikonfirmasi wartawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak lama setelah Rudy meninggalkan ruang BK, Direktur Utama PT Garam, Yulian Lintang, masuk ke ruang BK. Namun Yulian tak memberikan penjelasan apapun.

Badan Kehormatan (BK) DPR memeriksa direksi Merpati yang disebut dimintai jatah oleh anggota DPR. Dirut PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Rudy Setyopurnomo beserta jajaran diperiksa secara tertutup.

BK DPR hari ini memanggil tiga direksi BUMN yang disebut dimintai jatah oleh anggota DPR. BK DPR akan meminta keterangan dari ketiga direksi itu untuk mengkonfirmasi keterangan yang diberikan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Ketiga Direksi BUMN yang dipanggil adalah Direksi PT Merpati, PT Garam dan PT PAL.

Pemeriksaan dilakukan di ruang BK DPR di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta. Pemeriksaan dimulai pukul 10.30 WIB dengan diawali agenda meminta keterangan dari direksi Merpati untuk mengkonfirmasi keterangan yang diberikan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Sebelumnya Dahlan Iskan telah dimintai keterangan oleh BK DPR terkait anggota DPR yang meminta jatah ke BUMN. Dahlan tak pernah menyebut nama-nama anggota DPR pemeras BUMN. Anggota BK DPR Usman Jafar mengungkap bahwa dua nama yang disebut Dahlan adalah Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar Idris Laena dan Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDIP Sumaryoto.

Dua hari kemudian, Rabu (7/11), Dahlan mengirim surat ke BK DPR untuk melengkapi keterangannya. Dalam suratnya, Dahlan menyebut enam nama tambahan. Namun dari enam nama itu, satu nama tidak meminta jatah ke BUMN, melainkan berusaha mencegah terjadinya permintaan jatah. Belakangan, berdasarkan pengakuan sendiri, diketahui anggota DPR yang berusaha mencegah itu adalah Wakil Ketua Komisi XI dari PKS Zulkieflimansyah.

Menurut sumber detikcom di BK DPR, lima anggota DPR selain Zul, yang dilaporkan Dahlan adalah AQ, ATP, LM, ARW,dan MIQ. Dari lima inisial itu, ada tiga anggota DPR yang sudah buka-bukaan, yaki Achsanul Qosasi (PD), Andi Timo Pangerang (ATP) dan M Ikhlas El Qudsi (PAN).

Dari lima nama tersebut, Dahlan merevisi dua nama melalui surat kedua kepada BK. Berdasarkan keterangan Andi Timo, besar kemungkinan satu nama yang namanya direvisi adalah Andi Timo. Sedangkan satu nama lain belum diketahui. Tapi bisa jadi satu nama itu adalah M Ikhlas El Qudsi yang mengancam untuk mensomasi Dahlan Iskan.



(slm/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads