Sejumlah anggota DPR berharap sistem absen baru ini dapat menertibkan rekan mereka yang hobi membolos saat rapat paripurna DPR. Tingkat kehadiran anggota DPR di rapat paripurna DPR memang sangat memprihatinkan.
Salah satu anggota DPR yang optimis sistem absen baru ini akan efektif adalah anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul. "Bagaimanapun juga ini bentuk usaha untuk meningkatkan kesadaran anggota DPR," kata Ruhut saat berbincang, Selasa (20/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat sistem absen baru ini sudah disempurnakan pun, ternyata masih banyak juga anggota DPR yang membolos. Seperti yang terlihat pada rapat paripurna DPR pada Senin (19/11) kemarin. Rapat paripurna DPR pun tetap molor seperti biasanya.
"Jadi kalau aku lihat nyatanya aku mengharapkan pukul 10.00 WIB dimulai, tapi akhirnya pukul 11.00 WIB juga," ujarnya.
Lebih dari itu, masih menurut Ruhut, saat penerapan sistem absensi finger print kemarin masih banyak kelemahannya. Dia menilai sistemnya masih tergolong sederhana, yaitu hanya menempelkan jari saat datang. Namun tak ada kontrol mengenai keberadaan anggota DPR itu.
Kemarin pun, dia melihat masih banyak anggota DPR yang setelah absen meninggalkan ruang sidang paripurna. "Kawan-kawan ini gimana sih cara nyambuknya, aku sedih juga," tuturnya lirih.
Dengan kenyataan yang dipaparkan Ruhut, apakah sistem absen finger print bisa berjalan efektif untuk meningkatkan tingkat kehadiran anggota dewan?
(trq/van)











































