"Banyak, sudah ratusan mendekati ribuan mereka direkrut sebagi kurir, apakah itu eks Tenaga Kerja Indonesia yang keluar dari pekerjaannya atau diberhentikan oleh majikan kemudian ada pula yang direkut dari desa," ujar Deputi Penindakan Narkoba, Irjen Benny Mamoto saat ditemui di Kantor BNN, Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Senin (19/11/2012).
Benny mengatakan setelah direkut, para kurir tersebut akan diajari bagaimana cara memesan kamar hotel dan rute yang harus dilewati oleh dirinya. Sesampainya di tempat tujuan, mereka mendapatkan koper yang telah diisi narkoba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benny menambahkan pada umumnya BNN menangkap wanita-wanita tersebut tidak sadar dimanfaatkan sindikat narkoba. Sindikat narkoba itu memanfaatkan kebiasaan TKW diluar yang selalu berkumpul dan bercerita untuk mendapatkan info TKW yang akan dimanfaatkan.
"Jadi kebanyakan wanita-wanita yang menjadi kurir tidak tahu kalau mereka membawa narkoba bisa di luar negeri seperti Malaysia dan Hongkong karena wanita kita suka kumpul, curhat satu sama lain, mereka tidak ada kerja, nanti cerita-ceritanya di sanalah sasaran tukang rekrut kurir," tuturnya.
Benny mengatakan ketika salah seorang TKW sudah menjadi kurir narkoba, mereka akan mencoba menjebloskan rekan-rekan TKW yang lain untuk menjadi kurir.
"Kemudian ada juga wanita-wanita yang dari teman ke teman ada juga ke saudaranya yang banyak kita liat sekarang dari saudara ke saudara, jadi mereka (TKW yang telah jadi kurir narkoba) tega banget menjebloskan ke penjara," tandasnya.
(edo/tor)










































