BNN Gandeng Imigrasi Buru Sindikat Narkoba Internasional di Indonesia

BNN Gandeng Imigrasi Buru Sindikat Narkoba Internasional di Indonesia

Rini Friastuti - detikNews
Senin, 19 Nov 2012 23:37 WIB
BNN Gandeng Imigrasi Buru Sindikat Narkoba Internasional di Indonesia
Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) akan berkerja sama dengan pihak imigrasi untuk menyelidiki keterlibatan Warga Negara Asing (WNA) yang berada di Indonesia. Sejauh ini dalam beberapa kali penangkapan BNN, para kurir narkoba didominasi oleh WNA.

"Saat ini kami sedang menyelidiki warga Nigeria, Iran dan sindikat narkoba dari luar. Kami akan sama-sama bekerja sama dengan kepala imigrasi, dikarenakan status mereka, keberadaan mereka disini untuk apa. Karena mereka cukup lama berada di Indonesia dan jaringan sebesar apa hal itu terbukti dalam beberapa penangkapan oleh kami, nyaris didominasi oleh sindikat warga negara Nigeria," ujar Deputi Penindakan Narkoba, Irjen Benny Mamoto saat ditemui di Kantor BNN, Jl. MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Senin (19/11/2012)

Benny mengatakan, khususnya narkoba golongan 1 jenis sabu yang masuk ke Indonesia, dicurigai berasal dari WNA Nigeria yang berada di India. Pihaknya telah berada disana dan bekerja sama dengan kepolisian setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Khususnya sabu itu sumber dari orang Nigeria yang ada di India. Saat ini tim BNN sedang ada di India, kita berharap kerja sama dengan polisi India, dengan ini kita bisa sharing info. Sehingga kedepan bisa tahu laju masuknya narkoba ke Indonesia," ujarnya.

Benny mengatakan beberapa waktu lalu pihaknya telah memeriksa seorang wanita di Manila, dari pemeriksaan tersebut diketahui wanita tersebut merupakan mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang berkerja sebagai kurir narkoba.

"Baru-baru ini tim kami menginterogasi seorang wanita di Manila, bernama Wulandari (seorang WNI-red) dia merupakan mantan TKW yang berkerja sebagai kurir narkoba. Dia kedapatan membawa kokain yang berasal dari Peru dan ketika sampai di Manila tersebut kokain yang ada didalam koper, ditukar dengan orang Nigeria," ujarnya.

Benny mengatakan wanita tersebut setiap transit di suatu negara mendapat imbalan yang cukup mencengangkan. Menurutnya sampai saat ini ada banyak warga negara Indonesia di Peru yang yang ditangkap kepolisian setempat karena kedapatan membawa narkoba.

"Pembayaran setiap transit satu negara dia mendapatkan US$ 550, saat ini kasus sudah dalam proses. Dan sekarang ini sudah banyak warga indonesia yang ditangkap kepolisian Peru karena mereka bekerja sebagai kurir narkoba di Peru," tandasnya.

(edo/tor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini