Namun demikian popularitas Prabowo yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra belum mencapai titik aman. Lantaran baru berkisar pada 19,8 persen. Sementara Hatta Rajasa sedang naik daun.
"Belum ada capres yang secara elektoral cukup kuat. Bahkan dengan pertanyaan semi terbuka pun hanya Prabowo yang mendekati 20 persen. Semua ini mengindikasikan kita belum punya tokoh yang kuat secara elektoral menjadi capres," kata Direktur Data INES, Sudrajat Sacawitra, membacakan poin kesimpulan dalam paparan surveinya di Galery Cafe, Taman Ismail Marzuki, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Survei ini dilakukan untuk membaca pilihan rakyat terhadap tokoh nasional yang dipandang layak menjadi capres. Survei dilakukan dari tanggal 5 Oktober-21 Oktober 2012. Survei ini menggunakan 6.000 orang responden yang sudah punya hak pilih pada Pemilu 2014 dengan metode tatap muka. Dengan margin error sekitar 2,5 persen, jumlah sampel yang dapat dianalisa dalam survei ini adalah 5.993 sampe.
Berikut elektabilitas tokoh nasional baik dari etnis Jawa maupun non Jawa yang dipilih menjadi capres jika Pilpres diadakan saat ini:
1. Prabowo Subianto: 19,8 persen
2. Megawati Soekarnoputri: 13,16 persen
3. Hatta Rajasa: 11,3 persen.
4. Jusuf Kalla: 7,99 persen
5. Aburizal Bakrie: 7,36 persen
6. Djoko Suyanto: 5,51 persen
7. Pramono Edhie Wibowo: 5,21 persen
8. Surya Paloh: 4,31 psersen
9. Ani Yudhoyono: 4,21 persen
10. Yusril Ihza Mahendra: 1,34 persen
"Survei ini juga mengungkap bahwa capres dari etnis Jawa lebih diminati dengan 59,3 persen pilihan responden, sementara dari non Jawa dipilih 39,6 persen responden," tandasnya.
(van/ndr)











































