"Biarkan dulu KPK melaksanakan kewajibannya untuk menyelesaikan dan membuktikan siapa yang bertanggungjawab," ujar Puan sebelum menghadiri rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (19/11/2012).
"Silakan KPK selesaikan," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau diinterpelasi nanti apa gunanya KPK, kalau kemudian dikembalikan lagi ke DPR," ujar Puan.
Puan pun berharap agar KPK bisa segera menyelesaikan masalah Hambalang.
"Segera menunjuk orang-orang yang bertanggungjawab," kata Puan.
Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR menemukan sejumlah penyelewengan dari hasil telaah audit BPK terhadap proyek P3SON Hambalang. Atas temuan itu, BAKN merekomendasikan DPR menggunakan hak interpelasi.
"Meminta DPR untuk mempergunakan hak bertanya kepada Pemerintah sehubungan terjadinya penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang dalam pelaksanaan proyek P3SON," kata Anggota BAKN Eva Sundari dalam siaran pers yang diterima, Rabu (14/11).
Menurut Eva, DPR perlu bertanya kepada pemerintah untuk mendapat penjelasan mengenai proyek itu. DPR harus mendapat penjelasan untuk mengonfirmasi penyelewengan yang ditemukan BAKN dan BPK. Selain itu, BAKN juga menagih pertanggungjawaban pimpinan Komisi X DPR dan Pokja Anggaran terkait pencairan dana untuk proyek itu.
(/rmd)











































