Komunikasi koalisi PDIP-Gerindra memang memanas setelah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri melihat kemenangan Joko Widodo (Jokowi) di Pilgub DKI justru lebih menguntungkan Gerindra dan sang capres Prabowo Subianto. Megawati bahkan tak segan menyebut ada penumpang gelap yang mendompleng kemenangan Jokowi.
Seolah protes dengan pernyataan keras Megawati, Prabowo memutuskan tak menghadiri pelantikan Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Tak hanya itu, Prabowo juga menunda deklarasi pencapresannya pada bulan Oktober 2012 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalangan akademisi dan pengamat politik nasional pun menilai ada kegentingan yang rumit diantara Megawati-Prabowo yang membawa koalisi PDIP-Gerindra menuju kebuntuan. PDIP dan Gerindra pun dianggap pecah kongsi.
"Seharusnya dengan PDIP tidak melibatkan Gerindra di Jabar sudah pecah koalisi ini. Jadi sudah benar-benar pecah kongsi," kata Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI), Prof Iberamsjah, saat berbincang dengan detikcom, Senin (19/11/2012).
Pecah kongsi PDIP-Gerindra ini dinilai Iberamsjah bisa berdampak panjang. Dia melihat kemungkinan kecil PDIP-Gerindra akan berkoalisi kembali di Pilpres 2014.
"Peluang Prabowo nyapres di 2014 sebenarnya belum aman. Nasibnya belum jelas. Saya tidak yakin juga akan banyak yang mendukung Prabowo, saya kira dia nggak masuk gelanggang," katanya.
Lantas ke mana kira-kira arah koalisi Gerindra untuk memuluskan pencapresan Prabowo? Apakah merapatnya Prabowo ke Dede Yusuf saat ini adalah sinyal koalisi PD-Gerindra di Pilpres 2014?
"Saya pikir PD akan memunculkan capres sendiri. Gerindra dapat 5 persen saja sudah untung. PD tidak melihat koalisi dengan Gerindra menguntungkan. Popularitas Prabowo juga nggak akan sampai 15 persen, itu masih cukup berat," tegasnya.
Namun demikian sejauh ini elite Gerindra masih berharap hubungan manis PDIP-Gerindra di Pilpres 2009 masih bisa dipertahankan di Pilpres 2014 mendatang.
"Ya kita harapkan semua baik-baik karena komunikasi dengan PDIP selama ini tidak ada masalah karena banyak kesamaan visi," harap Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, saat dikonfirmasi terpisah.
Prabowo sendiri telah menjadwalkan ulang deklarasi pencapresannya. "Mungkin awal tahun 2013 setelah pengumuman verifikasi," kata Muzani.
(van/ndr)











































