"Kita akan mengadakan debat publik tentang MRT. DPRD berinisiatif akan mengundang pemerintah pusat, perusahaan MRT untuk diadakan debat publik," ujar Wakil Ketua DPRD DKI Triwisaksana di Gedung DPRD, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (19/11/2012).
Sani, panggilan akrab dia berharap, pembangunan MRT terkesan tidak transparan. "Jangan sampai ada kesan tidak transparan dan ditutup-tutupi," kata politisi PKS itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) sempat mengungkapkan ada tiga permasalahan yang terus dipertanyakan terkait proyek MRT Jakarta. Tiga masalah itu belum bisa terjawab oleh manajemen PT MRT Jakarta selaku pelaksana proyek MRT.
Masalah pertama yang masih menjadi pembahasan adalah persoalan mengenai return of investment atau waktu pengembalian investasi. Hal ini penting karena sangat menentukan pengembalian pinjaman utang triliunan rupiah kepada Japan International Cooperation Agency (JICA).
Persoalan kedua soal intensitas penumpang yang akan menggunakan MRT saat nanti telah beroperasi. Menurut Jokowi hal ini juga betul-betul perlu diperhitungkan secara matang karena akan berpengaruh terhadap pendapatan dan pengembalian investasi.
Masalah terakhir yang masih menjadi ganjalan adalah mengenai pinjaman untuk investasi MRT memakai skema pinjaman bersyarat ketat. Salah satu yang menonjol adalah masuknya para kontraktor asal Jepang dalam proyek ini.
(nik/nwk)











































