Truk Tabung LPG 13 Ton Terguling, Balikpapan-Samarinda Lumpuh 12 Jam

Truk Tabung LPG 13 Ton Terguling, Balikpapan-Samarinda Lumpuh 12 Jam

- detikNews
Sabtu, 17 Nov 2012 16:09 WIB
Jakarta - Truk bermuatan tabung LPG (elpiji) 13 ton, terguling di KM 45 ruas jalan Balikpapan-Samarinda, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Akibatnya, arus kendaraan lumpuh total selama 12 jam.

Peristiwa itu terjadi Jumat (16/11/2012) malam kemarin sekitar pukul 23.45 WITA. Truk Hyno berkabin merah dan bertabung tanki putih dengan bernomor polisi KT 8851 MF itu datang dari arah Balikpapan menuju Samarinda dan nahas di KM 45 Samboja.

"Saat kejadian sedang hujan deras, truk berisikan 13 ton elpiji. Sopir atas nama Mertin Wake (37) out of control terguling. Ini kecelakaan tunggal," kata Kasatlantas Polres Kukar AKP Yovan Fatika dari lokasi kejadian, saat dihubungi detikcom, Sabtu (17/11/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Yovan, dari hasil olah kejadian yang dilakukan Satlantas Polres Kukar, diduga kuat rem truk tersebut tidak berfungsi ditambah kondisi jalan licin di tengah guyuran hujan deras.

"Hujan deras, kondisi jalan turunan. Truk yang mengerem diduga tidak berfungsi. Akhirnya oleng dan terguling, tanki tabung melintang memalang badan jalan," ujar Yovan.

Praktis pasca kejadian, arus lalu lintas dari Balikpapan menuju Samarinda maupun sebaliknya, lumpuh total selama kurang lebih 12 jam. Kepolisian Kukar sempat mengalihkan arus kendaraan di KM 38 arah Samboja dan Km 48 dari Samarinda, untuk melalui jalan alternatif.

"Jalan alternatif itu cor beton. Melalui jalan alternatif itu hanya untuk kendaraan pribadi dan berbadan kecil. Untuk kendaraan alat berat, kami larang melintas di jalan itu,"

Masih menurut Yovan, sekitar pukul 14.00 WITA tadi, petugas di lapangan berhasil sedikit menggeser posisi truk agar ruas jalan tersebut bisa dilalui kendaraan. Penanganannya yang dilakukan dengan air dan busa pun dilakukan secara hati-hati sambil berkoordinasi dengan Pertamina. Mengingat tanki tabung di truk tersebut berisi 13 ton elpiji.

"Sekarang, setelah sedikit menggeser, kami berlakukan sistem buka tutup. Sekitar 20 kendaraan melintas dari arah Balikpapan, begitu juga sebaliknya dari arah Samarinda menuju Balikpapan," terang Yovan.

"Kami hati-hati karena itu berisi full 13 ton elpiji. Dikhawatirkan ada percikan antara tabung dan aspal, bisa berbahaya, bisa menimbulkan percikan api," sebut Yovan.

"Sekarang untuk proses evakuasi selanjutnya, masih menunggu crane dari Balikpapan. Proses evakuasi ini tidak bisa sembarangan, kami koordinasikan terus dengan Pertamina," terang Yovan menegaskan.

Yovan juga merinci, truk tersebut adalah tanki tabung Pertamina yang dijual untuk distributor PT Anugrah Cahaya Gemilang Sejahtera.

"Sopirnya (Mertin Wake) hanya luka ringan, dia sendirian saat berkendara, tidak ada kernet truk. Sekarang sopirnya juga lagi di lapangan bersama saya, sudah bisa berkomunikasi dengan petugas," tutup Yovan.

(gah/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads