Soal Kunker Baleg ke Jerman, Pimpinan: Jaga Martabat DPR!

- detikNews
Sabtu, 17 Nov 2012 11:41 WIB
Ilustrasi DPR (dok. detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Achmad Dimyati Natakusumah mewanti-wanti rombongan Baleg yang kunker ke Jerman agar fokus melakukan kerja. Dia mengingatkan agar kunker tersebut tak dimanfaatkan untuk melakukan rekreasi.

"Kita berharap tidak ada refreshing, walaupun dibolehkan, kita berharap mereka tidak melakukan itu," kata Dimyati saat dihubungi detikcom, Sabtu (17/11/2012).

Politikus PPP ini mengingatkan agar rombongan anggota Baleg yang berangkat ke Jerman menjaga martabat DPR dengan fokus pada tujuan kunjungan. Dia tak ingin DPR kembali menjadi bulan-bulanan karena kunker ke luar negeri yang tak efisien.

"Kita berharap teman-teman yang datang ke Jerman benar-benar memanfaatkan kunjungan untuk memperoleh informasi. Jaga martabat lembaga! Kita ini sudah babak belur dengan isu kongkalikong, pemerasan dan sebagainya," ujarnya.

Lebih jauh, Dimyati mengatakan kunjungan ke Jerman penting untuk dilakukan karena RUU Keinsinyuran yang dibahas dalam kunjungan itu merupakan RUU baru untuk Indonesia. Kunjungan itu, dia menambahkan, dilakukan dengan efisien dan hanya melibatkan segelintir anggota.

"Yang berangkat nggak lebih dari sepuluh. Saya meyakini teman-teman di Baleg ini memiliki idealis yang tinggi. Kalau kita mau, kita semua bisa berangkat ke Jerman, saya pun bisa, tapi tidak mau, karena ada pembagian tugas," paparnya.

Dimyati sendiri memang tidak ikut dalam rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Baleg DPR Sunardi Ayub itu. Dia bersama Ketua Baleg Ignatius Mulyono tinggal di Jakarta untuk memimpin Baleg menyelesaikan sejumlah tugas.

Dimyati juga mengapresiasi kritik yang dilayangkan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Berlin. Dia malah berharap PPI dapat bekerja sama dengan delegasi untuk memberi masukan dan mengawasi kunker tersebut.

"Mahasiswa memang harus kritis, kita apresiasi. Kita juga berharap mendapat masukan dari mereka," imbuh Pria yang juga anggota Komisi III DPR itu.


(trq/gah)