Ada Dangdutan dan Tahlilan di 100 Hari Wafatnya PB XII

Ada Dangdutan dan Tahlilan di 100 Hari Wafatnya PB XII

- detikNews
Jumat, 17 Sep 2004 00:28 WIB
Solo - Seratus hari wafatnya Paku Buwono (PB) XII ditandai berbagai kegiatan oleh kerabat dan keluarga Keraton Surakarta yang sedang dirudung persoalan suksesi tersebut. PB XIII Tedjowulan mengadakan tahlilan bersama ribuan warga di kompleks Masjid Agung Kraton. Sedangkan di depannya ada pentas dangdut.PB XIII Tedjowulan datang ke Masjid Agung bersama istri, sejumlah putra-putri PB XII dan para kerabat pendukungnya. Dia bergabung bersama sekitar 2500 yang terdiri dari kerabat, abdidalem kraton serta masyarakat umum yang memadati serambi dan halaman masjid untuk melakukan tahlil bersama mendoakan arwah PB XII. Tampak hadir di acara itu beberapa pejabat kota, dosen, budayawan, maupun pengusaha di Kota Solo. Sedang kerabat kraton pendukung Tedjowulan yang hadir diantaranya Mooryati Soedibyo dan Poppy Dharsono. Tampak hadir pula beberapa kerabat kraton yang semula mendukung penobatan Hangabehi sebagai PB XIII.Seusai ritual doa, Tedjowulan menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh hadirin. Dia juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu berdoa meminta kepada Tuhan agar Pilpres putaran kedua yang sudah tinggal beberapa hari lagi digelar bisa berjalan dengan aman dan lancar.Kepada wartawan Tedjowulan menegaskan bahwa kehadiran ribuan warga untuk mendoakan almarhum PB XII menunjukkan bahwa masyarakat Solo masih membutuhkan pemimpin kultural untuk dijadikan panutan. "Karena itu kepemimpinan kultural yang masih dibutuhkan itu jangan sampai dihilangkan, karena itu kapabilitas pemimpinnya juga harus dipertimbangkan," ujarnya.Mengenai pergelaran dangdut yang digelar di Alun-alun Utara, yang tepat berada di depan Masjid Agung, Tedjowulan enggan memberikan komentar. Pergelaran dangdut tersebut digelar, salah satunya adalah sebagai bagian dari mangayubagya atau memeriahkan penobatan Hangabehi sebagai PB XIII."Biar sajalah yang mau melakukan acara seperti itu. Sebetulnya akan lebih bijak kalau acara-acara seperti itu digelar setelah lebih dari seratus hari wafatnya Sinuhun PB XII. Tapi saya terserah sajalah kepada kalau ada yang lebih suka bergembira ria dalam suasana seperti ini," ujar Tedjo. (mar/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads