Sejak Mei, Jabir Telah Menghilang Dari Pesantrennya

Sejak Mei, Jabir Telah Menghilang Dari Pesantrennya

- detikNews
Kamis, 16 Sep 2004 22:21 WIB
Solo - Nama Jabir alias Nanang mencuat setelah polisi menyebutnya sebagai tersangka pelaku peledakan bom di Kuningan, Jakarta. Jika Jabir yang dimaksudkan adalah Jabir alias Gempur Budi Angkoro maka dia adalah pengajar di Pesantren Darusy Syahadah, Boyolali yang telah menghilang sejak Mei lalu tanpa diketahui alasan kepergiannya. Pimpinan Darusy Syahadah, Mustaqiem, mengaku dirinya belum mendapat penjelasan yang memadai apakah yang dinyatakan sebagai tersangka kasus teror oleh polisi itu memang Jabir alias Gempur Budi Angkoro yang berasal dari pesantrennya.Dipaparkannya, Jabir adalah salah seorang alumnus angkatan pertama pesantrennya tersebut. Setamat dari Darusy Syahadah, Jabir, lalu wiyata bhakti di Madura selama satu tahun. Namun pada tahun 2003, dia kembali Darusy Syahadah dengan maksud ingin mengajar. "Selanjutnya dia kami percaya mengajar ilmu Hadist hingga kemudian dia memilih pergi tanpa pamit itu. Tapi jujur saja, saya kok masih belum begitu yakin kalau dia menjadi pelaku pengeboman. Seingat saya dia itu naik sepeda motor saja tidak bisa kok," kata Mustaqiem, ustadz muda lulusan Ngruki tersebut.Sementara itu sumber lain menyebutkan, Jabir berasal dari Mojorejo, Madiun. Dia adalah sepupu Faturrachman Al-Ghozi, yang mati tertembak polisi Filipina dalam pelariannya beberapa saat lalu. Ayah Jabir, Rusman, adalah kakak kandung Rukanah, ibunda Ghozi. Jabir adalah anak ketiga di antara empat bersaudara.Disebutkan pula bahwa sebelum nyantri di Darusy Syahadah, Jabir sempat nyantri di Pesantren Al-Mukmin, Ngruki. Namun belum sempat tamat dia memilih ikut keluar seiring terjadinya eksodus besar-besaran di pesantren itu pada tahun 1995 lalu. (mar/)


Berita Terkait