"Dengan dokumen yang dibawa, saya percaya kalau mereka kedua orang tuanya yang asli," ujar Arist, usai menerima orang tua asli EH, di kantornya Jl TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (16/11/2012).
Arist mengatakan ketika disamakan dokumen yang dibawa pasangan suami istri tersebut sama dengan laporan. Namun ada ketidaksamaan informasi yang disampaikan oleh kedua orantuanya dan EH.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arist menduga EH berbohong, namun memiliki skenario yang kuat. Menurutnya dari hasil pemeriksaan anak tersebut seperti telah diperiapkan.
"Ceritanya detil dan konsisten, bisa meyakinkan betul ketika pertama kali bisa bertemu seolah-olah mendapat perbuatan tidak menyenangkan dan menangisnya tidak dibuat-buat. Saya curiga anak tersebut berbohong seperti telah dipersiapkan, terkesan dicuci otak," ujarnya.
Airst akan akan mengkonfirmasi keterangan kedua orang tua tersebut dengan anaknya. Ia mengatakan dalam waktu dekat akan mempertemukan anak tersebut dengan orang tua aslinya.
"Makanya kita akan konfirmasi segera informasi ini dengan EH. Dalam waktu dekat, saya akan mempertemukan anak ini dengan kedua orang tuanya bila dirasa siap, paling lambat Senin (19/11) nanti," paparnya.
(edo/ega)










































