Komnas PA Menduga Keterangan Anak yang Mengaku Dijual Ayahnya Bohong

Komnas PA Menduga Keterangan Anak yang Mengaku Dijual Ayahnya Bohong

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jumat, 16 Nov 2012 17:48 WIB
Jakarta - Ketua Komnas PA, Aris Merdeka Sirait menduga keterangan EH (12) anak yang mengaku dijual ayah kandungnya di Cengkareng, Jakarta Barat bohong. Sebab, hari ini dua orang tua EH mendatangi Komnas PA dan membantah bahwa telah menjual anaknya.

"Dengan dokumen yang dibawa, saya percaya kalau mereka kedua orang tuanya yang asli," ujar Arist, usai menerima orang tua asli EH, di kantornya Jl TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (16/11/2012).

Arist mengatakan ketika disamakan dokumen yang dibawa pasangan suami istri tersebut sama dengan laporan. Namun ada ketidaksamaan informasi yang disampaikan oleh kedua orantuanya dan EH.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari pengakuan EH ia telah dijual ke lelaki hidung belang oleh ayah kandung EH yang disebutnya Suspendi, selain itu dia mengaku bahwa ibu kandungnya meninggal dalam kecelakaan pada 2007 lalu. Sejak itu EH tinggal berdua dengan sang ayah, bahkan sejak empat bulan lalu, EH ikut bekerja sebagai buruh cuci karena S kehilangan pekerjaan. Padahal kedua orang tuanya masih hidup dan cerita orang tua anaknya baru meninggalkan rumah sejak pekan lalu," tuturnya.

Arist menduga EH berbohong, namun memiliki skenario yang kuat. Menurutnya dari hasil pemeriksaan anak tersebut seperti telah diperiapkan.

"Ceritanya detil dan konsisten, bisa meyakinkan betul ketika pertama kali bisa bertemu seolah-olah mendapat perbuatan tidak menyenangkan dan menangisnya tidak dibuat-buat. Saya curiga anak tersebut berbohong seperti telah dipersiapkan, terkesan dicuci otak," ujarnya.

Airst akan akan mengkonfirmasi keterangan kedua orang tua tersebut dengan anaknya. Ia mengatakan dalam waktu dekat akan mempertemukan anak tersebut dengan orang tua aslinya.

"Makanya kita akan konfirmasi segera informasi ini dengan EH. Dalam waktu dekat, saya akan mempertemukan anak ini dengan kedua orang tuanya bila dirasa siap, paling lambat Senin (19/11) nanti," paparnya.

(edo/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini