Menurut Desniar, warga setempat, tanggul Kali Laya jebol pada Senin, 12 November malam. Sontak air dari tanggul yang jebol selebar 5 meter langsung mengalir ke jalan utama perumahan.
"Akibatnya warga di Blok A4 dan C1 tidak bisa keluar karena jalan utama dilewati air kedalaman 1 meter," kata Desniar saat dihubungi, Jumat (16/11/2012).
Posisi rumah yang terisolasi berada di sisi kanan dan kiri jalan utama. "Karena jalan utama turunan, air melewatinya. Sementara rumah warga tidak tergenang. Hanya jalannya jadi tidak bisa dilewati karena derasnya air," terangnya.
Sejak tanggul jebol, Pemerintah Kota Depok baru mengerahkan 10-15 satgas. Tapi satgas ini hanya menutup lubang tanggul dengan batu kali.
"Jadi airnya tetap mengalir ke jalan utama," tuturnya.
Warga, kata Desniar, menyesalkan lambatnya Pemkot Depok. Padahal Pejabat Pemkot, menurutnya, pernah berjanji untuk menyelesaikan tanggul jebol hari ini.
"Pemda nggak tanggap, warga di sini tidak butuh mi instan, tapi tanggul yang jebol segera ditutup, terus jalannya dibenerin supaya warga bisa akses jalan utama," kata Desniar.
(fdn/mok)











































