Lagi, Seorang TKW Asal Maros Sulsel Meninggal di Dubai

Lagi, Seorang TKW Asal Maros Sulsel Meninggal di Dubai

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Jumat, 16 Nov 2012 02:50 WIB
Lagi, Seorang TKW Asal Maros Sulsel Meninggal di Dubai
Makassar - Satu lagi pahlawan devisa meninggal di negara penempatannya. Darni Binti Maklun (33), tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dikabarkan meninggal dunia di rumah sakit Kalba, Dubai, Uni Emirat Arab, pada 18 Oktober 2012 lalu.

Darwin, suami Darni, menuturkan bahwa ia mendapat surat dari PT Prima Duta Persada selaku agen penyalur TKI yang memberangkatkan Darni pada Agustus 2012 silam. Dalam surat itu disebutkan jika istrinya meninggal dunia karena bunuh diri di Dubai.

Hal itu dituturkan Darwin saat datang mengadu ke Ketua Fraksi Demokrat DPRD Maros, Akbar Endra, di kompleks BTN Haji Banca, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (15/11/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya dilarang oleh agen TKI-nya untuk membocorkan kabar kematian istri saya ke muka publik, jika ingin dibantu proses pemulangan jenazahnya ke Indonesia. Namun saya ragu bila Darni nekat bunuh diri di negeri orang," tutur Darwin.

Sementara itu, Akbar Endra mengatakan kematian Darni sangat mencurigakan dan terkesan dibuat-buat oleh pihak agen penyalur TKI seolah bunuh diri untuk menghindari kewajiban membayar asuransi pada korban yang menjadi tanggungannya.

"Hingga saat ini pihak keluarga Darni belum mendapatkan kejelasan tentang jadwal pemulangan jenazahnya ke tanah air, sudah sebulan jenazahnya terkatung-katung. Oleh karena itu, kami akan menyurati Presiden dan Menteri Luar Negeri untuk membantu proses pemulangannya dipercepat dan kematiannya diusut tuntas," ujar Akbar.

Selain melibatkan legislator Demokrat Maros, keluarga Darni juga mendapat pendampingan dari Forum Intelektual Muda Maros untuk menuntut pemulangan jenazah Darni yang sudah sebulan terkatung-katung di Dubai.

"Kami meminta ketegasan pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini mengingat korban adalah pahlawan devisa yang berjasa pada tanah air," ujar Sukri Syahrir, dari Forum Intelektual Muda Maros.

(mna/rmd)


Berita Terkait