Tidak diketahui apa motif pemukulan itu. Berikut keterangan kronologi pemukulan yang dialami Rubianto dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (15/11/2012).
Rabu (14/11) sekitar pukul 20:00 WIB, Robi begitu sapaan akrabnya menuju pulang ke rumahnya di Jl Arifin Achmad dengan menggunakan mobil. Berjarak sekitar 100 meter menuju rumahnya, tiba-tiba dua sepeda motor merapat. Spontan Robi berhenti mendadak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah dipukul, saya pun replek pijak gas mobil dan meninggalkan mereka. Tapi mereka tidak lagi mengejar saya," kata Robi.
Masih menurut Robi, sambil memukul, OTK itu sempat memberikan nada ancaman. "Selesai kasus ini, kau pun akan kami karungi," kata OTK itu sebagaimana dituturkan Robi.
Tak cuma itu, mereka juga sempat merasa keberatan atas penghargaan Robi yang diterima dari PWI Riau.
"Kau buat orang susah, malah kau yang dapat penghargaan. Tengoklah nanti, kami habisi kau nanti," ancam OTK.
Masih menurut Robi, dua hari sebelum kejadian, dia juga dipepet dua sepeda motor. Mereka juga memberikan ancaman yang sama.
Kondisi teror ini, membuat ayah dari dua orang bocah ini, kini harus mengungsi ke rumah orangtuanya. Ini dilakukan demi keselamatan dirinya serta istri dan dua anaknya.
"Saya juga berencana memindahkan sekolah anak saya," kata Robi.
Sebagaimana diketahui, Robi adalah wartawan yang mengabadikan pencekikan Letkol Robert Simanjutak terhadap Didik fotografer Riau Pos saat meliput pesawat jatuh di Kabupaten Kampar.
Hasil rekaman Robi inilah, akhirnya menyebar ke seluruh media televisi nasional. Atas peristiwa itu, lantas PWI Riau memberikan penghargaan terhadap Robi dan Didik, serta Rian Anggoro wartawan LKBN Antara. Pemberian ini sebagai bentuk penghargaan atas peristiwa kekerasan yang mereka alami. Ketiganya sempat menjadi bulan-bulanan oknum saat meliput di lokasi kejadian pesawat tempur TNI AU terjatuh.
(cha/ndr)










































