"Kejadiannya pukul 17.00 WIB tadi. Tinggi gerbangnya sekitar 10 meter saja, tapi dia jatuh telengkup, kepalanya duluan," kata salah seorang saksi mata bernama Giman saat dihubungi detikcom, Kamis (15/11/2012).
Giman menjelaskan ketika Mirwan memanjat pintu gerbang tersebut sejumlah warga dan pengguna jalan sudah berusaha merayunya untuk turun. Namun, Mirwan malah meneriaki sebuah nama seorang wanita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Giman menjelaskan gerbang yang terbuat dari baja tersebut sebenarnya dijaga oleh petugas keamanan, tapi saat kejadian pos keamanan yang persis berada di sebelah gerbang tidak ada orang sama sekali. Warga pun melarikan jasad Mirwan ke RS Atmajaya Pluit, Jakarta Utara, tapi Mirwan menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan.
"Polisi nggak ada, jadi warga saja yang melarikan ke rumah sakit," ujar Giman.
Ketika detikcom mencoba menghubungi Polsek Penjaringan untuk konfirmasi, tidak ada jawaban sama sekali.
(vid/rmd)










































