"Tadi cuma sebentar, nggak terencana. Warga sempat kecewa juga karena kedatangannya lebih banyak bersama wartawan, bukan sama warga. Maksud warga harusnya ngobrol sama warga, tapi di sini banyak yang bilang, lebih baik nggak usah datang kalau cuma lewat doang," kata Ketua RT 10 Kampung Apung, Suwandi, pada detikcom di lokasi, Kamis (15/11/2012).
Suwandi menambahkan warganya banyak yang berharap ada tindakan penanganan banjir permanen di wilayah tersebut. Menurut Suwandi, rumah pompa yang dibangun pada tahun 2011 untuk menjawab keluhan warga tersebut tidak optimal karena jarak rumah pompa dari pusat bajir di Kampung Apung cukup jauh, sekitar 1 kilometer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saluran pompa air itu nggak diperhatikan, jadi air yang menggenang di sini nggak ketarik," ujar Suwandi.
Suwandi berharap Jokowi merealisasikan janjinya ketika kampanye yang akan memprioritaskan Kampung Apung jika terpilih kelak. Saat ini, Jokowi telah memimpin DKI Jakarta, realisasi janji masa kampanye tersebut menurut Suwandi tidak perlu menunggu hingga Kampung Apung tenggelam.
"Harapan kita supaya kampung di sini diperhatikan lagi. Kita ini kampung tertinggal di tengah kota, kampung kita ini kan kumuh, sudah jadi rawa. Uneg-uneg ini tidak tersampaikan tadi, pak Jokowi dulu sebelum jadi gubernur pernah mengatakan kepada kami di sini, kampung ini akan jadi prioritas, tapi kinerjanya yang kita harapkan," tutup Suwandi.
(vid/gah)










































