JK Sepakat dengan Jokowi, Jalan Tol Bukan Solusi Kemacetan

JK Sepakat dengan Jokowi, Jalan Tol Bukan Solusi Kemacetan

Ganessa Alfadh - detikNews
Kamis, 15 Nov 2012 12:23 WIB
JK Sepakat dengan Jokowi, Jalan Tol Bukan Solusi Kemacetan
Jakarta - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla sepakat dengan Gubernur DKI Jakarta yang menilai pembangunan jalan tol bukanlah solusi konkret kemacetan di Ibu Kota. Menurut JK, solusi paling konkret adalah dengan membangun sarana angkutan umum yang lebih baik.

"Solusi yang paling efektif adalah angkutan umum. Karena dilihat dulu kenapa macet, adalah kendaraan bersamaan di jalan. Kalau menambah jalan tol tapi macet di ujungnya. Solusi yang paling bagus adalah angkutan umum," kata JK.

Hal ini disampaikan JK di sela-sela perayaan Tahun Baru Islam di Masjid Sunda Kelapa, Jl Taman Sunda Kelapa No. 16, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/11/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

JK lebih setuju dengan rencana Jokowi merealisasikan MRT. Menurutnya, MRT salah satu solusi jitu mengurangi kemacetan di Jakarta.

"Oh itu harus. Karena bus TransJ justru mengambil jalan umum. Kalau saya pikir (harga) MRT ya pantas lah. Pembebasan lahan itu juga harus diatasi, itu tugas pemerintah," tegasnya.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi menegaskan dirinya menolak rencana pembangunan 6 ruas tol. Mantan walikota Solo ini akan lebih memprioritaskan transportasi umum.

"Saya pro pada pembangunan transportasi massal. Jangan lagi ditulis Jokowi setuju dengan enam ruas tol. Kapan saya setuju," ujar Jokowi kepada wartawan di Balaikota DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2012).

Menurut Jokowi, pembangunan 6 ruas tol itu hanya akan menguntungkan kalangan tertentu saja. Kalangan masyarakat yang memiliki kendaraan roda empat.

"Karena jalan tol di dalam kota itu artinya memberi fasilitas kepada mobil, bukan pada masyarakat. Tapi hanya (yang memiliki) mobil," papar Jokowi.

(van/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini