Tapi apakah itu jadi modal cukup bagi Rhoma untuk bersaing di Pemilu Presiden 2014?
Analis politik Charta Politika, Arya Fernandes, menilai pernyataan Rhoma irasional. Penonton konser yang membludak kata Arya tidak ada kaitannya dengan tingkat elektabilitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, dukungan para ulama dan habib terhadap pencapresan Rhoma juga tidak memiliki pengaruh preferensi atau sikap pemilih. Baginya tidak relevan dukungan para ulama otomatis akan diikuti publik.
"Pemilu 2009 dan 2004 menunjukkan pemilih itu pada dasarnya otonom, mereka memilih berdasarkan hati mereka, berdasarkan evaluasi terhadap para kandidat. Tidak dipengaruhi orang lain," ujar Arya
(fdn/fdn)











































