"Ujian penerimaan (setuju) dengan NEM, tapi tak dilepas seperti pasar bebas," ujar Ahok di Balaikota, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2012).
Menurutnya, tidak bisa siswa dari keluarga miskin diadu dengan siswa dari keluarga kaya. "Kita harus membuat standard, kalau diadu NEM tertinggi pasti kalah," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada siswa yang tinggal (di rumah) di bawah 36 meter persegi (keluarga miskin), tapi anaknya sudah lolos IQ lebih dari 120, kenapa tidak di MHT (M.H.Thamrin)?" pungkasnya.
(rmd/rmd)











































