Debu Gunung Egon Dibersihkan, Bandara Maumere Aktif Besok

Debu Gunung Egon Dibersihkan, Bandara Maumere Aktif Besok

- detikNews
Kamis, 16 Sep 2004 18:53 WIB
Jakarta - Landasan pacu Bandara Waioti, Maumere yang dipenuhi debu Gunung Egon sudah dibersihkan. Setelah 4 hari lumpuh, penerbangan aktif lagi mulai besok.Gunung Egon di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, NTT menyemburkan debu hingga setinggi 2.500 meter sejak 2 September 2004. Walhasil, 2.000-an warga mengungsi. Landasan pacu Bandara Waioti Maumere pun tertutup debu."Bandara sudah dibersihkan dari debu. Tadi juga kita bantu menyiram debu di landasan pacu dengan air. Besok sudah bisa mulai beroperasi kembali."Demikian kata Marcell Iwo, perwakilan Pelita Air Service di Maumere saat dikonfirmasi detikcom pukul 18.30 WIB, Kamis (16/9/2004).Dituturkan dia, bandara praktis lumpuh sejak 13-16 September 2004 karena tertutup debu tebal yang dimuntahkan Gunung Egon. Pada 13 September 2004, pesawat tidak bisa mendarat di Bandara Waioti Maumere.Penumpang terpaksa dialihkan ke bandara di Pulau Ende, untuk kemudian melanjutkan perjalanan darat. Jaraknya 148 km dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Kemudian pada 14-16 September 2004, penerbangan ke Bandara Waioti Maumere ditutup."Banyak penumpang terlantar. Turis mancanegara yang hendak keluar dari Maumere tertahan. Ada yang menunda hari keberangkatan, ada juga yang berangkat dari Ende," jelas Marcell tanpa mau menyebut berapa kerugian yang diderita pihaknya akibat lumpuhnya Bandara Waioti.Jumat 17 September 2004, lanjut dia, Pelita akan memulai penerbangan pukul 12.15 WITA. Rutenya dari Waingapu ke Kupang. Pelita di Bandara Waioti Maumere melayani penerbangan dengan rute pulang pergi Bandung, Surabaya, Denpasar, Waingapu Sumba Timur, Maumere, dan Kupang dengan menggunakan pesawat jet Fokker 28. "Sebenarnya transportasi udara di Maumere ada dua, Pelita dan Merpati. Tapi kita tidak tahu apakah Merpati akan ikut mulai beroperasi besok. Yang jelas, Pelita akan mulai beroperasi besok," demikian Marcell. (sss/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini