Nikah Massal Warnai Kampanye Mega di Bandung
Kamis, 16 Sep 2004 18:42 WIB
Bandung - Ada-ada saja cara tim sukses capres untuk mengampanyekan jagoannya. Tim sukses Megawati-Hasyim Muzadi di Bandung, Kamis (16/9/2004) sampai menggelar acara nikah massal untuk menunjukkan kepedulian capres yang didukungnya kepada rakyat kecil. Sebanyak 41 pasangan, tua-muda dengan profesi dari kalangan buruh, pengamen, pemulung, hingga tuna wisma dinikahkan dalam kegiatan itu.Entah apa pula yang terbayang di benak para pasangan itu. Kendati mencoba tampil terbaik dalam prosesi acara yang amat berarti dalam satu kehidupan umat manusia, tak urung baju mereka kemudian harus dikemas dengan kaos T-shirt warna putih bergambarkan Mega-Hasyim. Tak ketinggalan pula, kerudung warna merah tua menutupi wajah para penganten perempuan, meski alas kaki yang dikenakan nyaris seadanya. Beberapa di antaranya menggunakan sandal jepit lusuh.Acara pernikahan yang seharusnya sakral, mau tak mau akhirnya juga berlangsung ditingkahi senyum dan tawa hadirin yang menyaksikan prosesi yang diikuti secara lugu oleh hampir seluruh pasangan. Satu per satu, pasangan-pasangan itu dihadapkan di depan tuan kadi dari KUA Kecamatan Sumur Bandung untuk dinikahkan. Beberapa di antara penganten perempuan membawa sendiri wali nikahnya. Sedangkan yang sudah tidak bisa menghadirkan walinya, dinikahkan oleh penghulu dari KUA Sumur Bandung.Prosesi pernikahan sekaligus pencatatan perkawinan itu dipimpin langsung Kepala KUA Sumur Bandung Waryan Abidin. Sedangkan pengurus tim kampanye Mega-Hasyim maupun Koalisi Kebangsaan Jabar secara bergilir menjadi saksinya.Pasangan tertua yang tercatat adalah Enang (62) yang menikahi Imas (64). Pasangan kakek-nenek yang bekerja sebagai pemulung ini ingin melengkapi pernikahan mereka agar tercatat dan diakui secara resmi oleh negara. Sedangkan pasangan termuda adalah Hendra Priyatna (21) yang menikahi Dewi (17). Hendra sendiri bekerja sebagai buruh.Acara sakral pernikahan itu dengan mas kawin yang hampir semuanya seragam, seperangkat peralatan shalat itu tak urung juga dibumbui pesan oleh penyelanggaranya. Uu Rukmana, Ketua Koalisi Kebangsaan Jabar mengingatkanpara pasangan itu agar tak lupa pada tanggal 20 September 2004 nanti mencoblos Mega-Hasyim. "Ingat itu juga dicoblos ya. Pernikahan ini juga karena kepedulian beliau kepada orang kecil," katanya.Para penganten itu pun mengangguk-anggukkan kepala. Entah nanti, tanggal 20 September 2004 akan mencoblos apa.
(asy/)











































