Badan Narkotika Nasional (BNN) mendapati barang bukti uang palsu pecahan 100 dolar dan euro dari rumah AC, wartawati yang kedapatan membawa sabu di Sarinah. Barang bukti itu selanjutnya akan dibawa ke BNN dulu sebelum diserahkan ke Mabes Polri
"Kita membawa barang bukti ke BNN dan nantinya kasus ini akan diserahkan ke Polri bagian unit upal," ujar Kabag Humas BNN, Kombes Pol Sumirat Dwiyanto di lokasi pengeledahan di Perumahan Citra Indah, Cluster Alamanda, Blok V 01 No 55 Jonggol,Bogor, Rabu (14/11/2012).
Sumirat mengatakan dari hasil pengeledahan ulang didapati puluhan rim kertas uang dolar AS dan Euro pecahan 100 dolar. Menurutnya, jika dikonversi ke rupiah pecahan uang palsu tersebut bernilai ratusan miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumirat juga mengatakan pihaknya masih belum mengetahui apakah ada hubungannya penemuan uang palsu tersebut dengan kasus narkotika yang ditangani pihaknya. Menurutnya, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.
"Kami masih belum mengetahui uang ini untuk apa, sebenarnya masih didalami apakah ada keterkaitan dengan narkotika atau tidak," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang wartawati berinisial AC, tertangkap menyerahkan sabu 2,6 kg di taksi di belakang pusat belanja Sarinah, Selasa (13/11). Setelah penangkapan itu, BNN lalu menggeledah rumah AC di Perumahan Citra Indah, Cluster Alamanda, Blok V 01 No 55 Jonggol, Bogor, Rabu (14/11).
(edo/rmd)











































