Bertemu SBY-JK, Sultan Enggan Nyatakan Dukung atau Tidak

Bertemu SBY-JK, Sultan Enggan Nyatakan Dukung atau Tidak

- detikNews
Kamis, 16 Sep 2004 17:56 WIB
Jakarta - Berterus terang memang sulit. Meski bertemu dengan SBY-JK, Sultan HB X enggan menyatakan sejujurnya apakah mendukung SBY-JK atau tidak dalam Pilpres putaran dua."Dalam posisi saya, saya tidak bisa mengatakan apakah mendukung Pak Bambang atau tidak. Hanya Pak Bambang yang tahu berdasarkan beberapa pertemuan kami saat ini dan sebelumnya, apa dia merasa didukung saya atau tidak."Demikian disampaikan Sultan saat jumpa pers di Lagoon Cafe usai pertemuan dengan SBY-JK dalam sebuah pertemuan tertutup di ruang 601 Lagoon Tower Hotel Hilton Jakarta pukul 15.30-16.30 WIB, Kamis (16/9/2004).Tapi secara eksplisit menunjukkan dukungan pada SBY-JK? "Saya kenal beliau sejak dia Komandan Korem di Yogya. Kita sering komunikasi. Saya mengerti pemikiran dia, dan dia juga mengerti pemikiran saya. Tidak ada salahnya kalau kita membangun visi yang sama. Saya kira ini proposal untuk membawa Indonesia lebih baik. Tapi saya tidak bisa ungkapkan di depan publik," kilah gubernur DIY ini.Sementara SBY menuturkan, pertemuan tadi merupakan rangkaian pertemuan dan konsultasi dirinya dengan Sultan, setelah dua kali berturut-turut dirinya ke Yogya menemui Sultan."Kita mempunyai persamaan visi untuk dikembangkan. Saya bersyukur kami berdua tidak akan berhenti untuk memberikan kontribusi bagi kepentingan bangsa. Kalau saya terpilih, saya beruntung, bangsa ini juga beruntung, Pak Sultan turut ikut berkontribusi dan bertanggung jawab bagi Indonesia. Itu yang menjadi komitmen bersama antara beliau dan saya," katanya.Topik pembicaraan dalam pertemuan tadi, papar SBY, mengenai wawasan kebangsaan ke depan. Juga dibicarakan soal budaya lokal, adat setempat, dan agama, supaya jangan dipinggirkan dengan alasan apapun seperti modernisasi dan globalisasi."Juga dibicarakan tentang agama sebagai nilai, bukan simbol semata. Kita letakkan agama di tempatnya yang terhormat. Pembicaraan ini sesuatu yang penting. Bisa jadi pedoman dan tuntutan moral agar tugas-tugas yang saya emban bisa terlaksana dengan baik, apabila saya terpilih," demikian SBY. (sss/)


Berita Terkait